Delikkasus86.com / Pangandaran.
Emak Irna Pangandaran Kritik Poe Ibu KDM ahirnya Diundang ke Lembur Pakuan, Diskusi dan Podcast
PANGANDARAN JAWA BARAT – Sorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pangandaran, Irna Kusmayanti atau yang akrab disapa Emak Irna, diundang oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke kediamannya di Lembur Pakuan. Undangan tersebut datang setelah Emak Irna menyampaikan kritik terhadap Surat Edaran (SE) Gubernur Jabar tentang “Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu)” melalui akun TikTok pribadinya.
Dalam unggahannya, Emak Irna menyoroti sejumlah hal dalam SE bernomor 149/PMD.03.04/KESRA tersebut. Ia menilai, isi surat edaran itu terkesan mengikat atau bersifat wajib, sehingga dikhawatirkan pungutan Rp1.000 per hari akan menyasar hingga ke lingkungan sekolah.
“Setahu Emak, isi surat edaran itu sepertinya bersifat wajib, padahal sebelumnya Pak Gubernur Jabar ini sudah melarang adanya pungutan di sekolah. Nah, penapsiran Emak, jikalau ini diterapkan di sekolah, tentu bisa bertentangan dengan kebijakan yang pernah beliau keluarkan “ujar Emak Irna”, Kamis (9/10/2025).
Selain itu, ia menilai penetapan nominal donasi sebesar Rp1.000 per hari membuat program ini terkesan sebagai iuran. Padahal selama ini di Pangandaran itu sudah ada gerakan donasi masyarakat yang berjalan secara sukarela dalam bentuk Kencleng di tiap-tiap RT se Kabupaten Pangandaran.
“Sekarang kan di Pangandaran sudah berjalan kegiatan gotong royong lewat Kencleng atau Sawilasana. Kalau tiba-tiba ada program seribu sehari, ini seperti ada dua kegiatan yang bisa membingungkan dan memberatkan “tambahnya”.
Kritikan Emak Irna tersebut akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Kang Dedi Mulyadi, yang mana komunikasi melalui Bupati Citra Pitriyami, Emak Irna pun mendapat undangan untuk datang ke kediaman kang Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan untuk berdiskusi sekaligus melakukan sesi podcast
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam, Emak Irna mengungkapkan kekhawatirannya terkait kemungkinan iuran yang membebani anak sekolah, namun setelah mendengarkan penjelasan langsung dari Dedi Mulyadi, ia merasa lega.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Aing (Dedi Mulyadi) karena sudah mengundang Emak. Jadi Emak bisa langsung menyampaikan uneg-uneg sekaligus membantu sosialisasi Surat Edaran Poe Ibu ini “katanya”.
Tambah Irna, Bapak Aing menjelaskan bahwa surat edaran itu bukan kewajiban, tapi hanya penguatan semangat gotong royong yang sudah berjalan di daerah masing-masing “ujarnya”.
Delikkasus86.com / Pangandaran.
Emak Irna Pangandaran Kritik Poe Ibu KDM ahirnya Diundang ke Lembur Pakuan, Diskusi dan Podcast
PANGANDARAN JAWA BARAT – Sorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pangandaran, Irna Kusmayanti atau yang akrab disapa Emak Irna, diundang oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke kediamannya di Lembur Pakuan. Undangan tersebut datang setelah Emak Irna menyampaikan kritik terhadap Surat Edaran (SE) Gubernur Jabar tentang “Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu)” melalui akun TikTok pribadinya.
Dalam unggahannya, Emak Irna menyoroti sejumlah hal dalam SE bernomor 149/PMD.03.04/KESRA tersebut. Ia menilai, isi surat edaran itu terkesan mengikat atau bersifat wajib, sehingga dikhawatirkan pungutan Rp1.000 per hari akan menyasar hingga ke lingkungan sekolah.
“Setahu Emak, isi surat edaran itu sepertinya bersifat wajib, padahal sebelumnya Pak Gubernur Jabar ini sudah melarang adanya pungutan di sekolah. Nah, penapsiran Emak, jikalau ini diterapkan di sekolah, tentu bisa bertentangan dengan kebijakan yang pernah beliau keluarkan “ujar Emak Irna”, Kamis (9/10/2025).
Selain itu, ia menilai penetapan nominal donasi sebesar Rp1.000 per hari membuat program ini terkesan sebagai iuran. Padahal selama ini di Pangandaran itu sudah ada gerakan donasi masyarakat yang berjalan secara sukarela dalam bentuk Kencleng di tiap-tiap RT se Kabupaten Pangandaran.
“Sekarang kan di Pangandaran sudah berjalan kegiatan gotong royong lewat Kencleng atau Sawilasana. Kalau tiba-tiba ada program seribu sehari, ini seperti ada dua kegiatan yang bisa membingungkan dan memberatkan “tambahnya”.
Kritikan Emak Irna tersebut akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Kang Dedi Mulyadi, yang mana komunikasi melalui Bupati Citra Pitriyami, Emak Irna pun mendapat undangan untuk datang ke kediaman kang Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan untuk berdiskusi sekaligus melakukan sesi podcast
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam, Emak Irna mengungkapkan kekhawatirannya terkait kemungkinan iuran yang membebani anak sekolah, namun setelah mendengarkan penjelasan langsung dari Dedi Mulyadi, ia merasa lega.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Aing (Dedi Mulyadi) karena sudah mengundang Emak. Jadi Emak bisa langsung menyampaikan uneg-uneg sekaligus membantu sosialisasi Surat Edaran Poe Ibu ini “katanya”.
Tambah Irna, Bapak Aing menjelaskan bahwa surat edaran itu bukan kewajiban, tapi hanya penguatan semangat gotong royong yang sudah berjalan di daerah masing-masing “ujarnya”.















Users Today : 248
Users Yesterday : 569
Users Last 7 days : 4969
Users This Month : 13034