KENDAL JATENG,delikkasus86.com – Pemerintah Desa Penyangkringan mengadakan rapat koordinasi penting untuk membahas dan menanggulangi keberadaan lokalisasi yang beroperasi di wilayah Pasar Hewan atau Pasar Dua Weleri. Rapat ini berlangsung pada Kamis, 16 Oktober 2025, bertempat di Aula Balai Desa Penyangkringan.
Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Penyangkringan, Ares Supriyanto, rapat ini bertujuan untuk menyusun langkah strategis dalam “pembersihan” dan “pembubaran” aktivitas prostitusi demi ketertiban dan moralitas masyarakat.
Rapat dihadiri oleh berbagai unsur penting yang mewakili pemerintah, keamanan, dan masyarakat, menunjukkan keseriusan dan dukungan lintas sektor terhadap upaya penanggulangan ini. Para hadirin meliputi:
Bhabinkamtibmas,
Kepala Pasar Weleri,
Babinsa,
Perwakilan Kecamatan Weleri dan
Perwakilan RT/ RW, serta
Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Tokoh Agama
Dalam sambutannya, Kepala Desa Ares Supriyanto menegaskan bahwa agenda utama rapat adalah penanggulangan lokalisasi yang telah lama menjadi isu di wilayah desa Penyangkringan. Disamping itu sebelah selatan Lokalisasi sudah dibangun puskesmas, mari untuk menjaga nama baik desa kita marilah bersama-sama untuk menyelesaikan permasalahan ini, walaupun yang di tempati bukan tanah desa penyangkringan tapi dimana-mana terkenalnya Desa penyangkringan ada Penondan anakan.ungkapnya.
Respons dari berbagai elemen masyarakat menunjukkan adanya konsensus bulat untuk mendukung upaya pembubaran lokalisasi tersebut: Kesepakatan bersama dari organisasi keagamaan terbesar (Muhammadiyah dan NU) serta lembaga legislatif desa (BPD) ini menjadi modal kuat bagi Pemerintah Desa Penyangkringan untuk segera mengambil tindakan konkret dalam menegakkan ketertiban dan norma di area Pasar Hewan/Pasar Dua Weleri.
Perwakilan dari Muhammadiyah juga memberi masukan, Berhubung tanah yang ditempati itu tanah Dipenda maka kepala desa harus bikin surat disertai stempel dari para perwakilan desa khususnya para RT RWb dan tokoh masyarakat supaya cepat ditangani dari pihak terkait.
Salah satu warga Desa Penyangkringan yang enggan menyebutkan namanya juga mengatakan, bahwa kebanyakan orang luar Weleri yang menghuni warung remang-remang itu.
(Red)















Users Today : 465
Users Yesterday : 350
Users Last 7 days : 4491
Users This Month : 11541