KPK Gerebek Ponorogo 3 Hari Nonstop,Kejar Oknum Korupsi Dan BB ;Dokumen, Uang & Mobil Mewah Disikat Habis!

DK86- BREAKING NEWS

 

Delikkasus86.com – Jumat 14 November 2025 – Ponorogo – Jawa Timur – Indonesia.
1. Hari Pertama Penggeledahan
Pengusutan kasus dugaan suap, gratifikasi, dan pengurusan jabatan yang menyeret Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko dimulai dengan operasi penggeledahan besar-besaran pada Selasa 11 November 2025. Tim KPK memasuki kantor Pemkab Ponorogo, termasuk ruang kerja Bupati dan Sekda di Graha Krida Praja, serta kantor BKPSDM. Proses berlangsung lebih dari enam jam dan menghasilkan penyitaan tiga koper besar berisi dokumen penting, uang tunai, serta barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan transaksi suap dan aliran dana. Konteks awal: OTT terhadap Sugiri terjadi pada 7 November 2025 hanya satu jam setelah mutasi 138 ASN.

2. Rumah Dinas dan Lingkar Dalam Bupati
Di hari yang sama, KPK melanjutkan penggeledahan ke rumah dinas Bupati Ponorogo (Pringgitan) dan membawa sejumlah barang bukti tambahan. Penyidik juga menggeledah rumah pribadi pihak dekat Sugiri, termasuk Sucipto (rekanan RSUD dan tersangka), serta rumah kontrakan keponakan Sugiri bernama Diki. Dari lokasi ini ditemukan sekitar 10 barang bukti meliputi buku rekening dan bukti transfer yang memperkuat dugaan adanya aliran dana dari proyek RSUD Harjono. Konteks awal: Proyek RSUD menjadi titik awal dugaan suap oleh rekanan.

3. Hari Kedua: Dinas Disbudparpora dan Kaitan dengan RSUD
Pada Rabu 12 November 2025, KPK bergerak ke kantor Disbudparpora Ponorogo, termasuk memeriksa mobil dinas kepala dinas. Kegiatan dilanjutkan ke rumah Indah Bekti Pertiwi, sosok yang disebut dekat dengan Dirut RSUD dr Yunus Mahatma. Akses ke lokasi ditutup saat penyidik memeriksa intensif dugaan aliran dana terkait proyek-proyek RSUD, termasuk paket pekerjaan internal rumah sakit. Konteks awal: dr Yunus Mahatma telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Sugiri.

4. Hari Ketiga: DPUPKP dan Proyek Pembangunan
Kamis 13 November 2025, KPK melakukan penggeledahan selama lima jam di kantor DPUPKP Ponorogo yang dipimpin Jamus Kunto. Tiga koper berisi dokumen proyek pembangunan daerah disita. Meski sempat dikaitkan dengan proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP), kepala dinas menegaskan pihaknya tidak menangani proyek tersebut. Konteks awal: KPK memastikan seluruh proyek besar era Sugiri, termasuk MRMP, masuk radar penyidikan.

5. Penggeledahan di Madiun: Aset Mewah Diangkut
Masih pada 13 November 2025, KPK menggeledah rumah dr Yunus Mahatma dan rumah Sekda Agus Pramono di Kota Madiun. Dari kediaman Yunus, penyidik menyita dua mobil mewah (Rubicon merah dan BMW putih), dua koper dokumen, serta sekitar 25 sepeda sport berbagai merek. Dari rumah Sekda Agus, KPK menemukan dokumen jual beli tanah berupa nota dan kwitansi. Konteks awal: Dugaan gratifikasi dan suap melibatkan struktur birokrasi Ponorogo dari level bupati hingga pejabat teknis.

6. Penggeledahan Lanjutan Rumah Sekda
Pada 13 November malam, KPK kembali menggeledah rumah Sekda Agus Pramono dan keluar dengan membawa dua koper tambahan berisi dokumen yang dipilah dari empat ruangan rumah tersebut. Ketua RT setempat mendampingi proses penyitaan dan memastikan mayoritas temuan berupa berkas administrasi, bukan uang maupun aset berharga. Konteks awal: Agus Pramono telah ditahan bersama tiga tersangka lain sejak 8–27 November 2025.
Delikkasus86.com
David Tasti

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *