Delikkasus86. com—Pangandaran – Minggu 16 November 2025 . Di balik perjalanan panjang Soeharto sebagai pemimpin paling berkuasa di Indonesia, berdiri sosok perempuan yang tidak kalah kuat: Siti Hartinah Soeharto, atau yang lebih dikenal sebagai Ibu Tien. Ia bukan hanya istri seorang jenderal dan presiden, tetapi juga pendamping setia, penasehat bijak, sekaligus sosok yang turut membentuk arah sejarah bangsa.
Namun, sebelum menjadi pemimpin besar, Soeharto sempat jatuh di titik terendah dalam hidupnya. Pada tahun 1959, ia nyaris dipecat dari militer akibat kasus penyelundupan hasil bumi yang digunakan untuk barter. Peristiwa ini membuat Letjen Abdul Haris Nasution marah besar dan hampir menyingkirkannya dari jajaran Angkatan Darat.
Rasa kecewa dan frustasi membuat Soeharto sempat berpikir untuk meninggalkan dunia militer. Dalam buku “Siti Hartinah Soeharto: Ibu Utama Indonesia” karya Abdul Gafur (1992), diceritakan bahwa Soeharto bahkan sempat ingin menjadi sopir taksi. Namun, Ibu Tien menolak keras keputusan itu.
> “Saya tidak pernah menikah dengan sopir taksi, karena saya menikah dengan seorang prajurit, seorang tentara,” ucap Bu Tien dengan tegas.
Kata-kata itulah yang mengembalikan semangat Soeharto. Ia kembali berjuang dan akhirnya menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SSKAD) Bandung — awal dari kebangkitannya menuju kursi kepemimpinan tertinggi di negeri ini.
Pendamping Setia di Balik Kursi Kekuasaan
Seiring naiknya Soeharto ke tampuk pemerintahan, peran Ibu Tien semakin besar. Ia dikenal sebagai sosok yang bijak, tenang, dan berpengaruh terhadap keputusan-keputusan penting suaminya. Menurut Kepustakaan Presiden Perpustakaan Nasional, Ibu Tien sering memberikan pertimbangan dalam langkah-langkah politik Soeharto, termasuk dalam menghadapi situasi yang bergerak cepat di masa Orde Baru.
Salah satu pengaruh paling besar Ibu Tien terlihat pada pengesahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menegaskan larangan poligami bagi pejabat negara.
Bagi Ibu Tien, poligami dianggap sebagai penyimpangan dari tujuan perkawinan yang luhur. Soeharto pun menyetujuinya, menyatakan bahwa negara perlu melindungi keutuhan keluarga sebuah prinsip yang mencerminkan harmoni rumah tangganya sendiri.
Taman Mini dan Julukan “Mrs. Ten Percent”
Di tengah banyaknya agenda pembangunan nasional, Soeharto bersama istrinya meluncurkan proyek Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebuah gagasan ambisius untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara. Namun, proyek ini tak lepas dari kritik keras. Banyak pihak menudingnya sebagai simbol kemewahan di tengah rakyat yang masih miskin.
Lebih jauh, muncul pula tuduhan dari kalangan oposisi yang menjuluki Ibu Tien sebagai “Mrs. Ten Percent”, istilah sarkastik yang menyindir dugaan bahwa ia mendapat komisi 10 persen dari proyek-proyek pemerintah. Dalam buku “Soeharto: The Life and Legacy of Indonesia’s Second President” (2007) karya Retnowati Abdulgani-Knapp, dijelaskan bahwa sebutan itu menjadi bagian dari rumor politik yang tak pernah terbukti kebenarannya, namun tetap melekat pada citranya.
Akhir Sebuah Cinta dan Kekuasaan
Kisah cinta Soeharto dan Ibu Tien berakhir dengan duka. Pada Subuh, 28 April 1996, Ibu Tien mendadak terkena serangan jantung dan dilarikan ke RSPAD Gatot Subroto. Namun, takdir berkata lain — nyawanya tak tertolong. Soeharto kehilangan pendamping hidup yang selama puluhan tahun menjadi sumber kekuatannya.
Dua tahun setelah kepergian istrinya, Soeharto pun lengser dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Seakan menegaskan bahwa kepergian Ibu Tien bukan hanya akhir dari sebuah cinta, tapi juga akhir dari sebuah era kekuasaan.
> Dalam gurauannya yang terkenal, ketika anaknya menyarankan agar ia tidak maju lagi sebagai presiden, Soeharto sempat berkata sambil tertawa,
“Lha wong saya baru dua tahun jadi presiden, sebelumnya kan yang menjabat ibumu!”
Sebuah kalimat sederhana, namun menyiratkan kenyataan bahwa selama tiga dekade pemerintahan Orde Baru, bayangan Ibu Tien selalu hadir di sisi Soeharto — sebagai istri, penasehat, dan kekuatan yang menuntunnya hingga akhir.
Sumber : Nationalgeoggraloct
#IbuTienSoeharto
#CintaDanKekuasaan
#SoehartoOrdeBaru
#KisahSejarahIndonesia
Delikkasus86.com
David Tasti















Users Today : 249
Users Yesterday : 569
Users Last 7 days : 4970
Users This Month : 13035