Samosir_Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Samosir Melaksanakan Fasilitasi komunitas belajar pendidik dan tenaga kependidikan adalah proses mendukung dan membimbing kegiatan belajar bersama antar guru dan tenaga kependidikan (GTK) untuk meningkatkan kompetensi, berkolaborasi, dan berbagi praktik baik demi peningkatan kualitas pembelajaran, di Aula Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga
kabupaten Samosir Sumatera Utara,Jumat 21 November 2025.
Kegiatan Tersebut Langsung dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Samosir. Dalam Sambutannya beliau menyampaikan bahwa melalui Komunitas belajar GTK dapat berkolaborasi secara rutin dan berkelanjutan dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Konsep ini didasarkan pada prinsip bahwa pembelajaran yang efektif terjadi melalui interaksi sosial dan pertukaran pengetahuan.
Fasilitasi komunitas belajar pendidik dan tenaga kependidikan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme melalui kolaborasi dan berbagi pengetahuan, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Komunitas ini menciptakan wadah bagi pendidik untuk saling mendukung, memecahkan masalah pembelajaran, dan melakukan refleksi secara berkelanjutan.
Jhonson Gultom Spd mengatakan tujuan utamanya:
Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, Membantu pendidik dan tenaga kependidikan (GTK) untuk terus belajar dan mengembangkan diri melalui interaksi dan dialog rutin.
Menciptakan budaya belajar bersama: Membangun iklim kolaboratif di mana anggota komunitas dapat saling berbagi pengalaman, praktik baik, dan pengetahuan terkait pembelajaran.
Memecahkan masalah pembelajaran: Memberikan wadah bagi GTK untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi di kelas dan bersama-sama mencari solusi yang efektif,Meningkatkan kualitas pembelajaran: Melalui peningkatan kompetensi guru, diharapkan dapat tercipta pengalaman belajar yang lebih berkualitas bagi peserta didik.
Meningkatkan hasil belajar peserta didik, Tujuan akhir dari peningkatan kompetensi GTK dan kualitas pembelajaran adalah untuk membawa dampak positif pada hasil belajar siswa, Serta Mengurangi ketimpangan kompetensi dan Meminimalkan perbedaan kompetensi antar pendidik sehingga peserta didik menerima kualitas pembelajaran yang lebih seragam, ucapnya
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Eliamsa Sidabalok, S.Pd, M.Si mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi guru mengembangkan kompetensinya dalam meningkatkan numerasi siswa.
Kegiatan ini berthema “Matematika Gembira”.
Adapun yang menjadi Fasilitator dalam kegiatan ini Adalah: Vincensia Sinaga, S.Pd dari SDN 15 Sigaol Simbolon, Emma Situmorang, S.Pd dari SDN 10 Pasaran I dan Rahmawati, S.Pd dari SD Sw. Bhaktimulia Onanrunggu; yang mana fasilitator ini sudah di bekali BBGTK Provsu pada Bulan Oktober dan awal November 2025. Melalui kegiatan inilah mereka mengimbas ke guru-guru peserta hari ini yang berjumlah 116 peserta.
Dan setelah selesai kegiatan, diharapkan seluruh peserta dapat mengimbas di sekolah masing-masing.
Lebih lanjut,Eliamsa Sidabalok, S.Pd, M.Si menjelaskan bahwa Peluncuran Gerakan Numerasi Nasional (GNN) adalah langkah besar dalam mengubah cara anak-anak Indonesia berinteraksi dengan Matematika. Bersamaan dengan itu, digelar pula Pembukaan Bimbingan Teknis Calon Fasilitator Nasional Matematika GEMBIRA, yang bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru dalam mengajarkan Matematika dengan pendekatan yang lebih menyenangkan dan inovatif. Inisiatif ini jelas menunjukkan komitmen Disdikpora Kabupaten Samosir dalam menjadikan pembelajaran numerasi lebih relevan, aktif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
Karena Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan pentingnya peran guru dalam proses pembelajaran numerasi.
Melalui pendekatan GEMBIRA yang merupakan akronim dari Gali dan Eksplorasi, Muat Konten, Buat Aktivitas, Ikuti Pemikiran Murid, Rayakan, dan Akhiri, diharapkan para pengajar dapat menciptakan suasana pembelajaran yang tidak hanya mengedepankan pemahaman konsep, tetapi juga merangsang kreativitas, analisis, dan keterlibatan aktif siswa. Dengan cara ini, pembelajaran Matematika diharapkan menjadi lebih kontekstual, inklusif, dan memotivasi murid untuk berpikir kritis.
Eliamsa Sidabalok Spd Msi tak Luput
menjelaskan bahwa pendekatan GEMBIRA dirancang untuk mengembangkan kompetensi guru secara komprehensif. Setiap langkah dalam akronim tersebut bertujuan untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan, menggugah, dan mudah dipahami oleh siswa, sehingga mereka merasa lebih percaya diri dan bersemangat dalam mempelajari Matematika.
Fasilitator Vincensia Sinaga, S.Pd dari SDN 15 Sigaol Simbolon, Emma Situmorang, S.Pd dari SDN 10 Pasaran I dan Rahmawati, S.Pd dari SD Sw. Bhaktimulia Onanrunggu yang berbagi pengalamannya dalam memanfaatkan media sosial untuk mendekatkan Matematika kepada generasi muda. Melalui konten edukasi yang aplikatif, Angga berusaha mematahkan stigma bahwa Matematika itu sulit dan membosankan. Dengan pendekatan yang lebih praktis dan relatable, ia ingin menunjukkan bahwa Matematika hadir dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, sehingga anak-anak merasa lebih dekat dan tidak takut lagi dengan pelajaran ini.
Penting untuk dicatat bahwa numerasi tidak hanya terbatas pada hitung-hitungan di kelas, tetapi merupakan keterampilan hidup yang bisa diaplikasikan dalam berbagai bidang, mulai dari cerita, permainan, hingga peran keluarga. GNN menjadi titik awal dari perubahan besar untuk membangun budaya numerasi yang ramah, inklusif, dan menyenangkan, yang dapat dinikmati oleh semua anak di Indonesia, tanpa kecuali di Kabupaten Samosir ini
Bimbingan teknis yang diadakan untuk para fasilitator nasional juga memiliki tujuan yang sangat konkret, yaitu untuk memberikan pelatihan langsung kepada guru PAUD dan SD agar mereka dapat mengimplementasikan metode-metode inovatif dalam mengajarkan Matematika.
Melalui peluncuran GNN dan bimbingan teknis ini, Disdikpora Kabupaten Samosir tidak hanya ingin meningkatkan kemampuan numerasi anak-anak, tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap Matematika sejak dini. Dengan cara yang menyenangkan dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, Gerakan Numerasi Nasional diharapkan bisa menciptakan budaya baru dalam belajar yang menyeluruh dan membekali generasi muda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan, Ucapnya
Vincensia Sinaga, S.Pd dari SDN 15 Sigaol Simbolon Selaku Fasilitator berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan suportif:
Mendorong diskusi terbuka dan kolaborasi, bukan ceramah satu arah.
Memastikan fokus utama tetap pada peningkatan pembelajaran dan hasil belajar murid.
Membantu merumuskan tujuan dan target belajar yang spesifik dan terukur untuk setiap sesi pertemuan.
Merayakan setiap kemajuan dan praktik baik yang muncul dari komunitas, ucapnya.
(BP)
















Users Today : 366
Users Yesterday : 661
Users Last 7 days : 4799
Users This Month : 12103