Jakarta —delikkasus86.com – 12 Desember 2025. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan setelah sebuah kendaraan pengangkut bahan makanan MBG dilaporkan menabrak pagar salah satu sekolah di Jakarta dan menyebabkan sejumlah siswa terluka. Peristiwa ini memicu respons cepat dari Tim Advokasi Peduli Kesehatan Warga Jakarta yang meminta pemerintah melakukan evaluasi mendalam atas tata kelola distribusi program tersebut.
Perwakilan Tim Advokasi, Johan Imanuel, menyebut bahwa tujuan MBG pada dasarnya baik, tetapi implementasi di lapangan harus memenuhi aspek keamanan dan keselamatan publik.
“Gagasannya positif, tetapi pelaksanaannya harus tepat. Jika muncul insiden yang menimbulkan korban, tentu ada bagian yang perlu dievaluasi dan diperbaiki,” ujar Johan.
Johan mengaku prihatin atas kecelakaan yang melibatkan kendaraan pengangkut bahan makanan MBG tersebut.
“Kami sangat prihatin. Ada kendaraan pengangkut MBG yang menabrak pagar sekolah dan menyebabkan anak-anak menjadi korban. Ini menimbulkan pertanyaan: bagaimana sistem pengawasan di lapangan? Mengapa kendaraan bisa dikemudikan oleh pengemudi pengganti tanpa kejelasan kompetensi?” tegasnya.
Johan merujuk Pedoman Umum Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional untuk Program Makan Bergizi Gratis (Januari 2025). Pada bagian 5.3.12 tentang distribusi makanan, aturan tersebut mengatur standar kendaraan, kebersihan petugas, dan protokol distribusi. Namun, tidak ditemukan ketentuan mengenai standar atau sertifikasi pengemudi kendaraan pengangkut.
“Pedoman itu jelas tidak mencantumkan syarat kompetensi pengemudi. Padahal keselamatan anak-anak dan masyarakat harus menjadi prioritas. Karena itu pedoman tersebut perlu dievaluasi dan dilengkapi dengan aturan wajib, seperti sertifikasi keselamatan berkendara, misalnya Defensive Driving Training,” kata Johan.
Insiden ini membuat sejumlah pihak meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi MBG, termasuk pengawasan operasional di lapangan, kompetensi pengemudi, kelayakan armada, serta mitigasi risiko keselamatan.
Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa tujuan program—meningkatkan akses makanan bergizi bagi pelajar—dapat berjalan tanpa menimbulkan risiko bagi penerima manfaat maupun lingkungan sekolah.
Laporan: Rizky
















Users Today : 439
Users Yesterday : 562
Users Last 7 days : 3729
Users This Month : 12738