Delikkasus86.com – Bekasi Jawa Barat – Selasa 20 Januari 2026 – Negara Tak Boleh Kalah oleh Oknum
Peredaran obat keras jenis tramadol telah berubah menjadi kejahatan terorganisir yang terang-terangan menantang negara. Di tengah rusaknya generasi muda dan meningkatnya kriminalitas, Sekretaris Jenderal Ormas Maung Garuda Nusantara (MGN), Roby Nabia S.E, melontarkan pernyataan keras dan tanpa kompromi: usut tuntas, bongkar sampai ke aktor intelektual dan oknum pembekingnya.
Roby menegaskan, kejahatan tramadol bukan lagi soal pengedar eceran, melainkan sudah menjelma menjadi mafia obat keras dengan pola distribusi rapi, modal besar, dan indikasi perlindungan kekuasaan.
Ia menyebut, mustahil jaringan sebesar ini beroperasi bebas tanpa adanya oknum yang memberi ruang, perlindungan, atau sengaja menutup mata.
“Ini bukan lagi kejahatan kecil. Ini kejahatan luar biasa. Tramadol beredar masif, terbuka, lintas wilayah. Kalau ada yang bilang aparat tidak tahu, itu mustahil.
Pertanyaannya sekarang: siapa yang membiarkan, siapa yang membekingi, dan siapa yang diuntungkan?” tegas Roby Nabia S.E.
Pengedar Kecil Dijadikan Tumbal, Aktor Besar Masih Aman
MGN menilai penegakan hukum selama ini masih timpang dan tidak menyentuh inti persoalan.
Penangkapan yang dilakukan kerap berhenti pada pengedar lapangan, sementara pengendali jaringan, pemasok besar, dan pihak yang diduga memberi perlindungan hukum tidak pernah tersentuh.
“Kalau hanya pengedar kecil yang ditangkap, itu bukan pemberantasan, itu sandiwara hukum.
Negara seolah bekerja, tapi mafia tetap hidup dan tumbuh,” kata Roby dengan nada keras.
Menurutnya, pola ini justru memperkuat dugaan publik bahwa ada oknum yang bermain, baik sebagai pembiar, pelindung, maupun bagian dari mata rantai distribusi.
Generasi Dihancurkan, Negara Dipermalukan
Roby menegaskan, tramadol bukan sekadar obat keras, tetapi senjata perusak generasi. Dampaknya nyata: remaja kecanduan, kriminalitas meningkat, kekerasan merajalela, dan masa depan bangsa dipertaruhkan.
“Kalau negara kalah melawan tramadol, artinya kita kalah menjaga anak-anak bangsa. Ini bukan hanya soal hukum, ini soal marwah negara,” ujarnya.
Ia menilai wilayah-wilayah seperti Bekasi dan Cikarang telah lama berada dalam kondisi darurat peredaran obat keras, namun respons yang diberikan belum sebanding dengan tingkat ancamannya.
Tantangan Terbuka untuk Aparat Penegak Hukum
MGN secara terbuka menantang keseriusan aparat penegak hukum untuk membuktikan keberpihakan pada rakyat, bukan pada jaringan gelap.
Roby menegaskan, jika memang ada oknum berseragam, berkekuatan modal, atau memiliki jabatan yang terlibat, maka tidak ada alasan untuk melindungi mereka.
“Siapapun dia, apapun pangkatnya, kalau terlibat, harus dibongkar. Jangan jadikan hukum sebagai tameng kejahatan,” tandasnya.
MGN Siap Kawal dan Lawan
Sebagai ormas nasional, Maung Garuda Nusantara menyatakan sikap tegas: akan terus mengawal, menekan, dan menyuarakan kepentingan rakyat hingga mafia tramadol benar-benar dilumpuhkan.
MGN juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan dan fakta lapangan.
“Kami tidak akan diam. Tramadol adalah musuh bersama. Dan negara harus menang,” tutup Roby.
Delikkasus86. com
Penulis: Mahdani Lubis
















Users Today : 273
Users Yesterday : 569
Users Last 7 days : 4994
Users This Month : 13059