Lutim.Delikkasus86.com – Sejumlah warga Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, menggelar aksi demonstrasi pada Senin (23/03/2026) sebagai bentuk protes terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang menyebabkan Sungai Ussu berubah menjadi keruh kecokelatan kehitaman, terutama saat hujan deras.
Aksi tersebut dilakukan sebagai respons atas kondisi sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga, namun kini diduga tercemar akibat aktivitas pertambangan nikel oleh PT Prima Utama Lestari (PT PUL).
Warga menilai, perubahan kualitas air sungai telah berdampak langsung pada tambak, kesehatan, dan mata pencaharian masyarakat. Mereka menuntut penghentian sementara aktivitas perusahaan, serta meminta adanya tanggung jawab atas dugaan kerusakan lingkungan yang terjadi.
Jonathan dari pihak PT PUL didampingi beberapa dari eksternal PT PUL mengatakan, bahwa air tersebut memang keruh jika turun hujan.
Anto Albadru salah satu tokoh masyarakat membantah, jika air sungai keruh setiap musim penghujan tapi air tidak berlumpur.
Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan sejumlah dugaan pelanggaran, di antaranya pengelolaan limbah yang tidak optimal, sedimentasi yang meningkat saat hujan, serta dugaan tidak maksimalnya pelaksanaan reklamasi lahan pascatambang. Warga juga menyoroti keberadaan sediment pond yang disebut tidak berfungsi secara maksimal sehingga lumpur diduga mengalir ke badan sungai.
Aksi serupa, menurut warga, telah berulang kali dilakukan sejak beberapa tahun terakhir, namun belum menghasilkan penyelesaian yang dianggap memuaskan. Mereka berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait dapat mengambil langkah tegas dan transparan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PT PUL belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga. Namun sebelumnya, pihak perusahaan disebut menyatakan bahwa kondisi air keruh dipengaruhi oleh curah hujan tinggi dan mengklaim telah menjalankan operasional sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh, termasuk audit lingkungan independen untuk memastikan penyebab utama pencemaran. Selain itu, warga juga meminta adanya keterlibatan masyarakat dalam setiap proses evaluasi dan pengambilan keputusan.
Aparat kepolisian turut hadir dalam aksi tersebut untuk mengawal jalannya demonstrasi agar tetap berlangsung tertib dan kondusif.
Warga Desa Ussu menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan, namun menginginkan aktivitas industri yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat sekitar.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan perlindungan lingkungan, yang dinilai harus berjalan beriringan demi keberlanjutan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.














Users Today : 481
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 5388
Users This Month : 12698