delikkasus86.com | Indragiri Hilir — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak kini menjadi sorotan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Sejumlah wali murid SD Negeri 008 yang beralamat di Jalan Pelajar, Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu, mengeluhkan kualitas makanan yang diterima siswa.
Keluhan tersebut mencuat setelah para siswa dilaporkan menerima menu buah alpukat yang diduga masih dalam kondisi mentah. Selain itu, sebelumnya juga ditemukan makanan berupa tempe goreng yang bagian dalamnya belum matang sempurna.
Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa terhadap kualitas menu dalam program tersebut. Ia menilai, program yang sejatinya bertujuan baik itu seharusnya diimbangi dengan pengawasan ketat, terutama dalam hal kelayakan konsumsi makanan bagi anak-anak.
“Program ini sebenarnya sangat bagus. Tapi kalau kualitas makanannya seperti ini, tentu sangat disayangkan. Buah yang masih mentah diberikan ke anak-anak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Yori Prahila, salah satu wali murid. Ia berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya terkait kualitas bahan pangan dan proses pengolahan makanan.
“Kami berharap ada pengawasan yang serius, agar anggaran negara tidak terkesan terbuang sia-sia dan program ini benar-benar bermanfaat bagi anak-anak,” katanya.
Sementara itu, pihak SD Negeri 008 Tembilahan Hulu turut membenarkan adanya keluhan terkait kualitas makanan tersebut. Dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (27/04/2026), pihak sekolah mengaku telah berulang kali mengingatkan penyedia makanan agar lebih memperhatikan kualitas dan kelayakan menu yang disajikan.
“Kami sudah beberapa kali mengingatkan karena sasaran program ini adalah anak-anak. Namun masih ditemukan makanan yang tidak layak. Kami khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan siswa,” ungkap perwakilan pihak sekolah yang tidak ingin disebutkan namanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyedia atau dapur pelaksana program MBG tersebut disebut-sebut beroperasi di Jalan Kayu Jati, Gang Bismillah, Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir. Informasi ini masih terus ditelusuri dan dikonfirmasi kepada pihak terkait guna memastikan keakuratan serta memperoleh penjelasan resmi.
Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak serta menekan angka stunting sejak usia dini. Namun, temuan di lapangan ini memunculkan pertanyaan terkait standar mutu makanan, proses distribusi, serta pengawasan dari pihak terkait, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan penyedia bahan pangan.
Pihak redaksi delikkasus86.com menyatakan telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak penyedia makanan MBG maupun instansi terkait di Kabupaten Indragiri Hilir. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi.
Redaksi juga membuka ruang seluas-luasnya kepada pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi maupun hak jawab guna menjaga keberimbangan informasi sesuai dengan prinsip jurnalistik dan ketentuan yang berlaku. *MSIP















Users Today : 285
Users Yesterday : 392
Users Last 7 days : 3081
Users This Month : 15380