Dilikkasus86.com – Rabu 8 Juli 2026 -KOTA TANGERANG – Keluhan masyarakat mengenai buruknya kondisi drainase kembali mencuat. Sejumlah warga mengaku khawatir menghadapi datangnya musim hujan karena banyak saluran air di lingkungan permukiman dipenuhi tumpukan sampah dan endapan lumpur yang dinilai menghambat aliran air.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, banjir dengan ketinggian hingga sekitar satu meter disebut telah berulang kali terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Warga berharap kondisi ini tidak lagi dianggap sebagai persoalan rutin yang terus berulang setiap tahun tanpa penyelesaian yang menyeluruh.
“Kalau hujan deras, banjir bisa sampai sekitar satu meter. Kondisi ini sudah menjadi langganan. Banyak drainase yang dipenuhi sampah sehingga aliran air tidak lancar. Kami berharap pemerintah segera turun tangan,” ujar salah seorang warga kepada awak media.
Warga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang bersama instansi teknis terkait untuk segera melakukan pembersihan drainase secara menyeluruh, mengangkat sampah, mengeruk sedimentasi, serta melakukan pemeliharaan berkala sebelum puncak musim hujan tiba.
Menurut warga, masyarakat kecil selalu menjadi pihak yang paling terdampak ketika banjir datang. Aktivitas terganggu, perabot rumah tangga rusak, lingkungan menjadi tidak sehat, dan potensi munculnya berbagai penyakit juga meningkat akibat genangan air yang berlangsung berhari-hari.
“Kami berharap ini menjadi pekerjaan rumah yang benar-benar diprioritaskan. Jangan sampai setiap musim hujan warga selalu menjadi korban. Kami ingin ada tindakan nyata, bukan hanya penanganan setelah banjir terjadi,” ungkap warga.
Masyarakat juga berharap pemerintah memperkuat edukasi dan pengawasan terhadap perilaku membuang sampah sembarangan ke saluran air. Mereka menilai upaya mengurangi risiko banjir membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, namun pemeliharaan infrastruktur drainase tetap menjadi bagian penting dari tanggung jawab pemerintah.
Warga berharap aspirasi ini segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret berupa pembersihan drainase secara masif, pemetaan titik-titik rawan banjir, serta program pemeliharaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, risiko banjir di kawasan permukiman padat penduduk dapat ditekan dan masyarakat tidak lagi menghadapi kerugian yang sama setiap kali musim hujan tiba.
Masyarakat kini menunggu respons cepat dari pemerintah daerah. Mereka berharap langkah pencegahan dilakukan sebelum hujan dengan intensitas tinggi datang, sehingga upaya mitigasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, bukan sekadar menjadi agenda rutin tanpa hasil yang signifikan.
Redaksi David E,, S.E.
















Users Today : 176
Users Yesterday : 538
Users Last 7 days : 3584
Users This Month : 3584