BATANG Jateng,delikkasus86.com – Desa Gombong Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang Jawa Tengah mengeluarkan semua potensi yang ada untuk bisa menjadi desa wisata yang maju, terorganisir, aman dan ramah pengunjung tanpa merubah kearifan lokal. Upaya Pemerintah Desa dan Bumdes Gombong Sejahtera dengan dukungan penuh Pemerintah Kecamatan Pecalungan terlihat serius dengan menggelar beberapa event besar seperti lomba lari 10K, memperkenankan obyek wisata Curug Gombong yang menjadi primadona melalui media serta mengadakan workshop Penataan Akses Performa Agraria.
Pada Rabu (22/07/2026) Bumdes Gombong Sejahtera dan Disparpora Kabupaten Batang menggandeng Disperakim Provinsi Jawa Tengah menggelar Forum Group Discussion di aula obyek wisata Curug Gombong dengan menghadirkan narasumber Prof. Yoyok Priyambodo dari sanggar Greget Semarang dan Prof. Dr. Suhadi, SH, MSi dari fakultas hukum Unnes. Kehadiran dua tokoh besar dari unsur budaya dan hukum tentunya menarik.
Seperti diketahui Prof. Yoyok Priyambodo dikenal sebagai pencipta beberapa tarian yang mengolah gerak dari sumber kearifan lokal maupun potensi yang ada di suatu daerah. Untuk desa Gombong sendiri Prof. Yoyok bersama guru seni budaya SMPN 1 Pecalungan Abdul Azis menciptakan Tari Sri Gombong dan Tari Indrokilo. Diharapkan tarian dan batik Gombong ke depannya akan menjadi suguhan bagi wisatawan yang datang ke Curug Gombong. “Untuk memperkenalkan Tari Sri Gombong dan Tari Indrokilo kepada khalayak, pada 25 Juli 2026 kedua tari tersebut akan pentas di Pendopo Ageng Gendhon Humardani Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta”, ujar Prof. Yoyok Priyambodo.
Sementara Prof. Suhadi sebagai pakar hukum menjelaskan dasar-dasar hukum yang memberikan perlindungan kekayaan intelektual komunal.
Camat Pecalungan Adhi Bhaskoro menyatakan, diadakannya workshop ini merupakan bagian dari syarat utama terbitnya SK desa wisata. “Ada banyak persyaratan diantaranya workshop, memperkenalkan obyek wisata unggulan dan tertib administrasi pengelolaan. Dan ini adalah workshop yang kedua kalinya digelar”, tegas Adhi Bhaskoro.
Hal senada juga dilontarkan Kepala Desa Gombong Darsono yang berharap keinginan warga masyarakat desa Gombong menjadi desa wisata yang mengantungi SK Bupati segera terwujud.
Pada kesempatan itu selain sarasehan, workshop juga diisi dengan pementasan Tari Sri Gombong dan Tari Indrokilo yang dibawakan anak-anak SMPN 1 Pecalungan dan masyarakat serta cara membatik motif Gombong dan motif Indrokilo.
Disperakim Provinsi yang diwakili Yusticia Maharani secara simbolis menyerahkan peralatan membatik untuk masyarakat desa Gombong.
FB/S
















Users Today : 529
Users Yesterday : 569
Users Last 7 days : 4391
Users This Month : 13315