SUKABUMI – Kebakaran melanda Pondok Pesantren Assafiyyah Nurul Hikmah yang berlokasi di Kampung Suweng, RT 14 RW 06, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga Kampung Suweng melihat adanya kepulan asap dari salah satu kamar santri. Warga kemudian segera mendatangi Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Parungkuda untuk melaporkan kejadian tersebut agar api tidak semakin membesar.
Menerima laporan itu, petugas Damkar Pos 4 Parungkuda langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran beserta personel untuk melakukan penanganan.
Wakil Komandan (Wadan) Damkar Pos 4 Parungkuda, Sudirman, mengatakan petugas bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Saat tiba di lokasi, api sudah berhasil dikendalikan oleh warga dan pihak pondok pesantren sehingga petugas segera melakukan pemeriksaan serta proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
«”Setelah menerima laporan, kami langsung menuju TKP menggunakan satu unit armada Damkar Pos 4 Parungkuda. Saat tiba di lokasi, kondisi api sudah dalam keadaan aman dan terkendali,” ujar Sudirman.»
Berdasarkan keterangan sementara dari pihak pondok pesantren, kebakaran diduga berasal dari sebuah telepon genggam (HP) yang sedang diisi daya (dicas). Diduga perangkat tersebut mengalami panas berlebih (overheat) sehingga memicu munculnya api yang kemudian menyambar barang-barang mudah terbakar di dalam kamar. Kondisi cuaca yang cukup panas diduga turut mempercepat penyebaran api.
Akibat kejadian tersebut, satu kamar santri mengalami kerusakan dengan sejumlah barang berharga ikut terbakar, di antaranya kitab-kitab, buku pelajaran, pakaian, perlengkapan pribadi santri, serta perabot yang berada di dalam kamar. Nilai kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Seluruh penghuni pondok berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban yang memerlukan penanganan medis.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pendataan dan penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang. Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati saat mengisi daya perangkat elektronik, menggunakan charger yang sesuai standar, serta tidak meninggalkan perangkat yang sedang dicas tanpa pengawasan, terutama di dekat benda-benda yang mudah terbakar, guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.
Robby s
















Users Today : 366
Users Yesterday : 749
Users Last 7 days : 5765
Users This Month : 18551