Dugaan Korupsi Alkes RSUD Lahat Rp28 Miliar Mangkrak: Main Mata atau Tebang Pilih?

DK86- BREAKING NEWS

DELIKKASUS86. COM || LAHAT — Skandal dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) RSUD Lahat senilai  Rp28 miliar dari APBD 2024 kian membusuk dalam ketidakpastian. Meski status hukumnya telah dinaikkan ke tahap penyidikan sejak Desember 2025, Kejari Lahat dinilai hanya mempertontonkan “sandiwara penegakan hukum” yang jalan di tempat dan membentengi para oknum penyunat uang rakyat.

 

Aparat Penegak Hukum (APH) seolah memilih  pembungkaman massal. Serangkaian pemanggilan saksi hanya dijadikan panggung teater tanpa kejelasan nasib perkara. Keterangan normatif dan omong kosong tanpa penetapan tersangka adalah bentuk penghinaan terhadap rasa keadilan masyarakat Lahat.

 

Pengadaan alkes puluhan miliar ini bukan sekadar kejahatan administratif atau urusan angka di atas kertas, melainkan tindakan kriminal bengis yang langsung merampas hak hidup dan kesehatan rakyat kecil.

 

Keraguan publik meledak menjadi kemarahan lantaran proses hukum yang berlarut-larut mengindikasikan adanya ruang “main mata” dan intervensi kekuasaan.

 

“Masyarakat tidak butuh alibi! Kami menuntut kejelasan: berapa kerugian negara yang sebenarnya, dan siapa saja bangsat yang menikmati uang alkes ini? Jika alat bukti sudah dikantongi, Kejari Lahat jangan curang atau pengecut! Segera seret dan penjarakan para tersangkanya!”

Aksanul, Tokoh Masyarakat Kota Lahat (Minggu, 1/8/2026).

 

Desakan menusuk juga dilontarkan oleh Iksan, warga Lahat lainnya. Ia menegaskan agar Kejari Lahat tidak mendadak “pincang dan buta” saat berhadapan dengan aktor intelektual di balik skandal RSUD Lahat ini.

 

“Kami membayar pajak bukan untuk membiayai gaya hidup oknum koruptor di RSUD Lahat! Penyidikan jangan tebang pilih atau berlutut di bawah tekanan politik. Kami mengawal kasus ini sampai tuntas. Buka secara telanjang ke publik, jangan ada yang disembunyikan!” tegad Iksan.

 

Jika Kejari Lahat terus mengulur waktu dan membiarkan para oknum berkeliaran bebas tanpa rompi tahanan, jangan salahkan jika kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum di Lahat hancur berkeping-keping.

Kami Tautan Delikasus86. Com , memberikan ruang hak jawab pada itansi terkait dugaan di atas yang telah Terexpos secara Nasional.

 

Editor: DK86 / Amir Makmun, ST., C.ILJ — Investigasi Nasional RI / Kadiv OKK DPD AKPERSI Sumatera Selatan.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *