Korban Jiwa Banjir Bandang di Nagekeo Bertambah Jadi 9 Orang, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian

DK86- BREAKING NEWS

Mbay, Nagekeo, Delikkasus86.Com- Duka mendalam kembali menyelimuti Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Hingga Minggu (14/9/2025), jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Kecamatan Mauponggo terus bertambah. Data terbaru menyebutkan, sebanyak 9 orang dinyatakan meninggal dunia, setelah salah seorang korban bernama Ermelindis Co’o Tu (37), warga Desa Sawu, meninggal dunia di rumah sakit akibat luka serius yang dideritanya.

Peristiwa banjir bandang yang terjadi pada Senin (8/9/2025) malam lalu telah menghancurkan sejumlah rumah, merusak jembatan, dan menelan korban jiwa. Desa Sawu menjadi titik terparah dengan kerusakan cukup luas. Sejumlah keluarga masih kehilangan anggota, karena beberapa orang hingga kini belum ditemukan.

Kepala BPBD Nagekeo menyampaikan, tim SAR gabungan bersama aparat TNI, Polri, relawan, dan warga sekitar terus berupaya melakukan pencarian korban hilang. Namun, medan yang sulit serta cuaca yang masih sering diguyur hujan deras membuat proses evakuasi berjalan penuh tantangan.

“Prioritas kami saat ini adalah menemukan korban yang masih hilang, sekaligus memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi,” ujar salah satu anggota tim di lapangan.

Di sisi lain, ratusan warga terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat setelah rumah mereka hancur atau terendam lumpur. Para pengungsi mengaku sangat membutuhkan pasokan logistik, mulai dari makanan siap saji, air bersih, selimut, hingga layanan kesehatan. Beberapa warga juga mengeluhkan jarak dapur umum yang cukup jauh dari lokasi pengungsian.

“Kami berharap pemerintah bisa membuka dapur umum lebih dekat, karena banyak anak-anak dan lansia yang kesulitan berjalan jauh,” kata seorang pengungsi dengan penuh harap.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo sendiri telah menetapkan status tanggap darurat dan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyalurkan bantuan. Sejumlah organisasi kemanusiaan, komunitas, dan kelompok masyarakat juga mulai bergerak melakukan penggalangan dana serta menyalurkan bantuan langsung ke lokasi bencana.

Banjir bandang yang melanda Nagekeo ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Kini, sembilan nyawa telah menjadi korban, ratusan keluarga masih berjuang di pengungsian, dan harapan besar diletakkan pada kerja sama semua pihak untuk segera memulihkan keadaan.(Gusti Bebi Daga)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *