ACEH SINGKIL | Delikkasus86.com ~ Dinas Pangan Kabupaten Aceh Singkil di bawah kepemimpinan Bapak Abd Haris SP MM., didampingi Achyaruddin ST, selaku Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan, dimana meteka
tengah menggebrak dengan serangkaian program inovatif dan kolaboratif. Terobosan-terobosan ini dirancang secara komprehensif untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, memastikan ketersediaan pasokan, menekan gejolak harga, hingga mendorong kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan pangan strategis, terutama beras, Dinas Pangan Aceh Singkil sedang intens berkoordinasi dengan Perum Bulog. “Kami sedang mengusahakan pembangunan gudang logistik Bulog di Aceh Singkil,” ungkap Abd Haris. Langkah ini krusial untuk efisiensi distribusi dan penyimpanan cadangan pangan, sekaligus mendukung kelancaran kerja sama penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) antara Bulog dan Komunitas Distributor Mitra Pangan (KDMP) setempat. Kerja sama ini diharapkan mampu menjaga harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat.
Tak hanya fokus pada distribusi, Dinas Pangan Aceh Singkil juga bergerak aktif di sektor hulu melalui “Gerakan Suka Menanam”. Program edukatif ini menyasar lingkungan sekolah dan dayah di seluruh Aceh Singkil. “Kami ingin melihat setiap pekarangan sekolah dan dayah nantinya bisa dimanfaatkan untuk menanam kebutuhan pangan segar seperti cabai, tomat, bawang, dan aneka sayuran lainnya,” jelas Abd Haris. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan bahan pangan dari hasil lokal, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kemandirian pangan sejak dini di kalangan generasi muda. Harapannya, program ini dapat membentuk masyarakat yang lebih siap dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Menjawab tantangan kelangkaan pupuk yang kerap menjadi momok bagi petani, Dinas Pangan Aceh Singkil juga menjalin kemitraan strategis dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Yashafa. “Kami bekerja sama dengan STIP Yashafa dalam pembuatan pupuk organik cair,” kata Abd Haris. Kolaborasi ini merupakan solusi proaktif untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal dan sering langka, sekaligus mendukung praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Dengan produksi pupuk organik cair secara mandiri, diharapkan para petani di Aceh Singkil dapat terhindar dari kendala pupuk di masa mendatang.
Berbagai inisiatif ini menunjukkan visi holistik Dinas Pangan Aceh Singkil dalam menciptakan ekosistem pangan yang kuat, berkelanjutan, dan mandiri, dari petani hingga ke meja makan masyarakat.{*}
[Khalikul Sakda]















Users Today : 304
Users Yesterday : 569
Users Last 7 days : 5025
Users This Month : 13090