Aceh Singkil | delikkasus86.com ~ Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hebat melanda kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Nafasindo di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Kobaran api yang muncul sejak Minggu (22/2/2026) hingga Selasa (24/2/2026) ini tercatat telah menghanguskan sedikitnya 30 hektare lahan dan mulai merembet ke perkebunan milik warga setempat.
Titik api dilaporkan berada hanya sekitar 150 meter dari pemukiman penduduk di Kampung Pemuka dan Kampung Suka Damai. Kondisi ini memicu kekhawatiran besar bagi masyarakat karena jarak api yang sangat dekat dengan rumah mereka.
Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran ini diduga terjadi setelah adanya aktivitas penyemprotan lahan. Dampaknya kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada malam hari, asap tebal menyelimuti Kampung Pemuka, mengakibatkan jarak pandang berkurang dan mengganggu pernapasan. Sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan berupa batuk-batuk akibat terus-menerus menghirup udara yang tercemar asap sisa pembakaran.
Meski api terus meluas, upaya pemadaman di lokasi dinilai sangat minim. Warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyayangkan lambatnya respon dari pihak terkait.
“Pihak terkait terkesan vakum. Lahan yang terbakar sudah seluas itu, tapi di lapangan hanya mengandalkan satu unit mesin alkon dan dua unit mesin *doorsmer*,” ujar warga tersebut dengan nada kecewa.
Keterbatasan alat pemadam ini membuat api sulit dikendalikan dan terus menjalar ke area perkebunan rakyat. Masyarakat berharap adanya bantuan armada pemadam kebakaran yang lebih mumpuni serta tindakan tegas dari instansi berwenang agar api tidak semakin mendekat ke area pemukiman dan merusak ekosistem lebih luas lagi.
Hingga berita ini diturunkan, asap pebal masih terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian, sementara warga terus waspada menjaga rumah mereka dari potensi rambatan api.{*}
Pewarta: Khalikul Sakda
















Users Today : 512
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 4664
Users This Month : 12729