BITUNG – DELIKKASUS86.COM — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bitung, H. Narto Pakaya, M.Pd, angkat bicara terkait tayangan Trans7 yang dinilai menyinggung Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.14 Oktober 2025
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggapan atas beredarnya potongan video dari salah satu tayangan Trans7 yang dianggap tidak mendidik dan melecehkan martabat ulama, serta berpotensi menodai kehormatan lembaga pesantren.
Menurut H. Narto Pakaya, isi tayangan itu bukan hanya menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, tetapi juga mencederai nama baik lembaga keagamaan yang selama ini berperan besar dalam pendidikan moral dan spiritual bangsa.
“Media seharusnya menjaga etika pemberitaan, bukan justru menciptakan narasi yang dapat menimbulkan kegaduhan dan kesalahpahaman terhadap komunitas pesantren. Tayangan seperti itu berpotensi menimbulkan dampak sosial luas, mengingat pesantren memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, PCNU Kota Bitung mengecam keras tindakan Trans7 yang menayangkan konten dengan narasi tidak pantas terhadap Kiai dan Pesantren Lirboyo.
“Tindakan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap simbol keilmuan, moral, dan tradisi keagamaan yang dijunjung tinggi oleh Nahdlatul Ulama dan masyarakat pesantren,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, H. Narto Pakaya meminta pihak Trans7 melakukan introspeksi dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada kalangan pesantren, khususnya kepada para Kiai dan Santri Pondok Lirboyo.















Users Today : 69
Users Yesterday : 569
Users Last 7 days : 4790
Users This Month : 12855