ACEH SINGKIL – DELIKKASUS86.COM — Sebuah kisah pilu tengah mengguncang jagat maya. Seorang perempuan bernama Safitri, warga Aceh Singkil, tak kuasa menahan air mata saat harus meninggalkan rumah yang dulu dibangun bersama suaminya. Ironisnya, kepergian itu terjadi hanya beberapa hari setelah sang suami resmi diterima sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Satpol PP dan WH Aceh Singkil.Singkil, 21 Oktober 2025
Dalam video yang viral di media sosial, tampak Safitri menangis di depan rumah sambil mengemasi barang-barangnya. Dua anak kecilnya menggenggam erat tangan sang ibu, seolah tak ingin berpisah. Beberapa tetangga terlihat ikut membantu, sebagian lagi tak kuasa menahan tangis ketika mobil yang ditumpangi Safitri perlahan meninggalkan halaman rumah.
“Kuatkan badanmu, tanpa dia kau hidup!” teriak seorang tetangga dengan suara bergetar. Seruan itu seakan menjadi simbol kekuatan perempuan yang dipaksa berdiri kembali setelah dikhianati.
Kisah ini pertama kali dibagikan lewat akun Safitri Alshop Aceh dan langsung viral, memicu gelombang empati dari ribuan pengguna media sosial. Dalam unggahannya, Safitri menulis curahan hati yang begitu menyayat:
“Dulu kamu meminta aku dengan cara baik-baik kepada orang tuaku. Kamu mengambil aku dari tempat itu. Tapi sekarang kamu membuang aku dan anak-anak di kampung halamanmu.”
Ia mengenang perjuangan mereka dari nol — bekerja bersama, berjualan sayur dan cabai demi membantu keuangan keluarga. Namun, kebahagiaan justru berubah menjadi luka ketika suaminya memilih menceraikan dirinya tepat dua hari sebelum menerima SK PPPK.
“Baju KORPRI yang dia pakai untuk pelantikan itu hasil dari jualanku. Tapi aku tidak menyangka, setelah dapat SK, dia tinggalkan aku dan anak-anak,” tulis Safitri dengan penuh haru.
Safitri mengaku telah berusaha mencari keadilan, namun usahanya seakan menemui jalan buntu. Ia sempat melapor ke sejumlah pihak, namun merasa diabaikan.
“Saya sudah melapor ke sana kemari tapi tak ada hasil. Semua memandang sebelah mata,” ujarnya lirih.
Kisah ini pun memantik kemarahan publik. Banyak yang menilai sang suami telah melupakan perjuangan dan pengorbanan istri di masa sulit. Tak sedikit yang meminta agar pemerintah daerah dan instansi terkait meninjau ulang status kepegawaian pria tersebut.
“Tolong Pak Bupati, kalau ada yang sombong setelah dapat PPPK lalu menelantarkan keluarganya, cabut saja SK-nya!” tulis salah satu warganet dengan nada geram.
Namun di tengah luka itu, Safitri memilih untuk ikhlas. Dalam unggahan terakhirnya, ia menulis kalimat yang membuat banyak orang menitikkan air mata:
“Berbahagialah kalian atas penderitaan kami. Aku ikhlas…”
Kini, video perpisahan Safitri telah ditonton puluhan ribu kali di berbagai platform media sosial. Banyak yang mengirimkan doa agar Safitri dan kedua anaknya diberi kekuatan menjalani hidup tanpa sang suami.
Kisah ini bukan sekadar kabar viral — tapi potret nyata tentang cinta, pengkhianatan, dan keteguhan seorang perempuan yang memilih bertahan dalam luka.















Users Today : 118
Users Yesterday : 569
Users Last 7 days : 4839
Users This Month : 12904