Dramatis! Kisah Pilu PPPK Aceh Singkil Ceraikan Istri Viral, Bupati Turun Tangan Demi Keutuhan Keluarga dan Masa Depan Balita

DK86- BREAKING NEWS

Aceh Singkil | Delikkasus86.com ~ Jagat maya dihebohkan dengan kisah rumah tangga seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Aceh Singkil yang berujung perceraian, tak lama setelah pengangkatan resminya. Video pilu yang menampilkan sang istri, Melda Safitri, menangis memeluk kedua balitanya saat diusir dari rumah, seketika menjadi sorotan dan memicu simpati publik. Kini, kasus ini tak hanya menjadi perbincangan warganet, namun juga menarik perhatian serius dari Bupati Aceh Singkil, yang bertekad untuk mendamaikan kembali pasangan tersebut demi masa depan anak-anak mereka.

Peristiwa ini melibatkan Jakfar Sidik, seorang PPPK yang bertugas di Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH), serta istrinya, Melda Safitri, seorang ibu rumah tangga sekaligus konten kreator Facebook. Dalam video viral berdurasi beberapa menit, Melda terlihat pasrah memeluk erat buah hatinya di tengah kerumunan warga dan tetangga yang ikut membantu mengangkut koper ke sebuah minibus. Suara dukungan moral dari para perempuan di sekitarnya, seperti “Cantikkan dirimu, sampai dia menyesal menceraikanmu,” semakin menambah haru suasana dan membuat video tersebut cepat menyebar luas.

Menyikapi viralnya kasus ini, Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon SH., menyatakan keprihatinannya. Ia menegaskan akan mengupayakan mediasi terbaik agar pasangan tersebut bisa rujuk kembali. “Terkaits kasus PPPK yang viral ceraikan istri usai Pertama-tama hal ini akan kita selidiki dulu sejauh mana sudah permasalahan itu dan selanjutnya kita akan upayakan mereka rujuk kembali,” kata Oyon saat dikonfirmasi di momen mutasi, Jumat, 24 Oktober 2025.

Menurut Bupati Oyon, status perceraian Jakfar dan Melda dianggap belum tuntas atau “belum cerai habis.” Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah menyelamatkan dua anak balita mereka agar tidak menjadi korban dari “broken home.” “Anak mereka dua orang balita sangat disayangkan jadi korban keluarga brokenhome,” ujarnya singkat, menekankan betapa pentingnya keutuhan keluarga ini.

Sebelumnya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Singkil juga telah bergerak cepat. Jakfar Sidik telah dipanggil untuk dimintai klarifikasi langsung terkait persoalan rumah tangganya yang menjadi konsumsi publik. Pemanggilan ini bukan tanpa alasan, mengingat statusnya sebagai PPPK yang terikat pada etika dan peraturan kepegawaian.

Asisten III Setdakab Bidang Kepegawaian Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Singkil, Asmaruddin, bersama BKPSDM membenarkan pemanggilan tersebut. “Kami hanya memanggil untuk meminta keterangan dan klarifikasi terkait hal-hal yang viral di media sosial. Sebenarnya kami tidak ingin terlalu jauh mencampuri karena ini masalah pribadi, namun karena menyangkut profesi PPPK, maka perlu dilakukan pembinaan,” jelas Asmaruddin. Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun ini adalah masalah personal, namun dampaknya terhadap citra dan profesi seorang PPPK tidak bisa diabaikan.

Upaya mediasi dari pemerintah daerah ini diharapkan dapat menjadi jalan tengah bagi Jakfar Sidik dan Melda Safitri, agar mereka dapat mempertimbangkan kembali keputusan perceraian demi masa depan dan kebahagiaan kedua anak mereka yang masih balita. Publik pun menanti dengan harap-harap cemas bagaimana akhir dari kisah pilu yang telah menyentuh banyak hati ini.{*}

[Khalikul Sakda]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *