SBB, Delikkasus86.com – Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tengah menghadapi tantangan serius dalam pemerintahannya. Praktik tebang pilih dalam penempatan pejabat dan pengaruh kelompok tertentu menciptakan dua pusat kekuasaan, menghambat kemajuan SBB. Tuduhan mengenai penggunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan kelompok semakin kuat.
Banyak jabatan strategis diduga diisi oleh orang-orang dekat Bupati, termasuk mereka yang dianggap kurang kompeten dari kabupaten induk. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas pelayanan publik dan pengelolaan anggaran. Sistem birokrasi yang dianggap ambruk diperparah oleh adanya kelompok-kelompok berdasarkan suku yang memperjuangkan kepentingan anggotanya.
Proyek-proyek pemerintah diduga diwarnai korupsi, mengakibatkan kualitas kerja yang buruk dan merugikan masyarakat. Praktik rangkap jabatan juga dianggap sebagai strategi untuk memperkuat pengaruh tertentu.
Rutumalessy, seorang tokoh masyarakat, mengeluarkan pernyataan keras mengingatkan Bupati Asri Arman dan Wakil Bupati Selvinus Kainama atas situasi ini. Ia menuntut Bupati untuk mengganti ajudannya yang diduga melakukan praktik yang sama seperti pada kepemimpinan sebelumnya.
Situasi ini menunjukkan perlunya reformasi birokrasi yang komprehensif di SBB untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam pengelolaan pemerintahan. Keberadaan “bupati-bupati kecil” ini menjadi ancaman serius bagi cita-cita SBB untuk mewujudkan Saka Mese Nusa yang sejahtera.
Penulis: Michael
















Users Today : 578
Users Yesterday : 206
Users Last 7 days : 2969
Users This Month : 7611