Maumere, DelikKasus86. Com – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan Maumere Kabupaten Sikka yang kian kompleks, sosok Babinkamtibmas hadir sebagai benteng pertahanan bagi masyarakat. Mereka adalah garda terdepan penegakan hukum, sekaligus jembatan penghubung antara kepolisian dan warga. Namun, di balik seragam dan senyum ramah yang selalu mereka tampilkan, terkadang tersimpan kisah pilu yang jarang terekspos. Kisah pengabdian tanpa pamrih, diiringi beban tanggung jawab yang tak ringan.
Aipda HIRONIMUS TAJI WERANG, yang biasa disapa pak Hiro atau akrapnya Om Pol sudah 4 tahun ia bertugas sebagai Babinkamtibmas pada Polsek Alok Kabupaten Sikka di Kelurahan Kota Uneng sebagai Binaan , Kelurahan Wolomarang sebagai Pantauan, Kelurahan Wailiti sebagai Sentuhan.
Setiap hari, pak Hiro dengan kondisi Tubuh yang tidak Normal dengan memiliki satu tangan kirinya, berjibaku dengan berbagai permasalahan, dari sengketa lahan, perselisihan antar warga, hingga kasus kriminalitas kecil. Ia bukan hanya seorang polisi, tapi juga seorang mediator, konselor, bahkan terkadang, seorang ayah bagi warga yang membutuhkan.
Rumahnya,,seringkali menjadi tempat berkeluh kesah warga. Pak Hiro mendengarkan dengan sabar, memberikan solusi terbaik yang ia mampu, tanpa pernah mengharapkan imbalan apa pun. Ia rela meninggalkan keluarganya demi menjaga keamanan dan ketertiban di desanya. Istrinya, seorang perempuan sederhana yang selalu mendukungnya, hanya bisa menunggu dengan sabar di rumah, merindukan kehadiran suami yang selalu sibuk mengurus warga.
Namun, tak semua warga memahami pengorbanan Pak Hiro. Ada kalanya ia dihadapkan pada ketidakpercayaan, bahkan kecamaan , ada pula yang menganggapnya lamban dalam bertindak. Kata-kata pedas itu menusuk hatinya, namun ia tetap tegar. Baginya, kepuasan terbesar adalah melihat masyarakat desanya hidup aman dan damai.

Suatu hari, Pak Hiro dengan ide berlian dan motifasi yang tinggi dengan rasa memiliki dan mencintai institusi yang dipikulnya itu memodifikasi sebuah motor pribadinya yang dibeli dari jerih payahnya sendiri mengubah warna dasar dengan warna motor menyerupai warna motor Bhabinkamtibmas milik institusi polri dengan merancang gas tangan kanan dipindahkan ke sebelah tangan kiri motor itu untuk membantu aktifitas sebagai seorang Bhabinkamtibmas.

Tak berhenti sampai di situ, pak Hiro juga sebagai seorang polisi yang memiliki mediator dalam membentuk kelompok kelompok Tani untuk menyukseskan program Bapak Presiden Parbowo Subianto dengan program” Ketahanan Pangan”, Pak Hiro membentuk kelompok kelompok tani binaannya . Dan usaha tidak menghianati hasil, ia bersama kelompok binaan berhasil malakukan panen jagung sebanyak 10 ton lebih.
Masih banyak yang dilakukan dalam diam oleh pak Hiro yang sampai saat ini tidak terpublikasikan.
Kisah Pak Hiro, hanyalah satu dari sekian banyak kisah pilu di balik pengabdian para Babinkamtibmas. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang selalu siap berkorban demi keamanan dan ketertiban masyarakat. Pengabdian mereka patut diapresiasi dan dihargai setinggi-tingginya. Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih menghargai dan mendukung tugas mulia para Babinkamtibmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita. Mari kita berikan apresiasi dan dukungan nyata bagi mereka yang telah berjuang tanpa lelah untuk melindungi kita walaupun dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya
Demi rasa dan cinta terhadap institusi kepolisian, pak Hiro menyampaikan “Selamat Hari Bhayangkara – 79 , 1 Juli 2025.”
Penulis : Jusuf Porwaila SH.
















Users Today : 581
Users Yesterday : 206
Users Last 7 days : 2972
Users This Month : 7614