MINAHASA TENGGARA || delikkasus86.com– Insiden pelemparan Gereja GMIM Silo Watuliney di wilayah Belang, Minahasa Tenggara (Mitra), pada Minggu (30/11) lalu, memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Aksi yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal ini dinilai sebagai tindakan intoleran yang dapat memecah kerukunan antar umat beragama.
Donnie Lucky Tutu, Ketua Umum Ormas Manguni Rondor Indonesia (MRI), menjadi salah satu tokoh yang mengecam keras aksi vandalisme tersebut. Ia mengatakan bahwa tindakan ini sangat provokatif dan meminta aparat kepolisian segera menangkap para pelaku.
“Kami dari Ormas Manguni Rondor Indonesia mengecam sekeras-kerasnya tindakan pelemparan rumah ibadah ini. Ini sangat provokatif dan bisa memicu konflik,” tegas Donnie Lucky Tutu.
Menanggapi kejadian ini, Kapolres Minahasa Tenggara (Mitra) AKBP Handoko Sanjaya merespon cepat melalui akun Facebook Polres Mitra. Dalam pernyataannya, Kapolres Handoko Sanjaya mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan personel ke lokasi kejadian dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terpancing provokasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar AKBP Handoko Sanjaya dalam postingan di akun Facebook Polres Mitra.
Polres Mitra juga akan meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah tersebut untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Kapolres meminta masyarakat untuk menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Serahkan kasus ini pada kami, dan kami akan proses sesuai dengan prosedur yang berlaku,” pungkas Kapolres, seperti yang tertulis di akun Facebook Polres Mitra.
(St)
















Users Today : 511
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 4663
Users This Month : 12728