Palu, Delikkasus86.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) secara resmi memperpanjang Operasi Kepolisian Terhadap Aksi Premanisme dengan sandi Operasi Pekat Tinombala 2025, yang berlangsung mulai 19 Mei hingga 1 Juni 2025. Operasi ini bertujuan untuk menindak segala bentuk aksi premanisme yang dapat mengganggu iklim investasi di Provinsi Sulawesi Tengah.
Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol. Djoko Wienartono, mengungkapkan bahwa operasi ini akan melibatkan 189 personel gabungan Polda Sulteng dan TNI. “Sebanyak 189 personel gabungan Polda Sulteng dan TNI dilibatkan dalam Operasi Pekat Tinombala 2025, sementara Polres jajaran akan melaksanakan kegiatan imbangan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD),” jelas Kombes Pol. Djoko Wienartono.
Operasi Pekat Tinombala ini merupakan perpanjangan dari Operasi Pekat sebelumnya yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 7 Mei 2025. Polda Sulteng menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk aksi premanisme di negara hukum Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah.
“Polri hadir untuk melindungi seluruh masyarakat,” tegas Kabid Humas. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak segan-segan mengadukan aksi premanisme yang meresahkan melalui hotline Polri di 110 tanpa terkena pulsa.
Dalam operasi ini, Polda Sulteng akan mengedepankan tiga upaya pendekatan, yaitu preemtif, preventif, dan penegakkan hukum. Polda Sulteng juga menggandeng pemerintah daerah dan TNI untuk memperkuat pelaksanaan operasi di lapangan.
Dengan sinergi lintas sektor, diharapkan operasi ini dapat lebih maksimal dan berkelanjutan dalam menindak aksi premanisme di Sulawesi Tengah.*















Users Today : 351
Users Yesterday : 206
Users Last 7 days : 3273
Users This Month : 7384