TERNATE – DELIKKASUS86.COM – Upacara Hari Jadi Kota Ternate ke-775 yang mengusung tema “Melestarikan Budaya Tanah Leluhur” berlangsung khidmat di halaman Kedaton Kesultanan Ternate, Senin (29/12/2025).
Upacara dipimpin oleh Lurah Dufa-dufa, M. Irwan Ali, selaku pemimpin upacara, dengan Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, bertindak sebagai pembina upacara. Kegiatan ini turut dihadiri Sultan Ternate Hidayatullah M. Sjah, unsur Forkopimda Kota Ternate, pimpinan OPD Pemerintah Kota Ternate, perangkat adat Kesultanan Ternate, serta tamu undangan lainnya.
Seluruh rangkaian upacara dilaksanakan menggunakan bahasa daerah Ternate, disertai dengan berbagai pertunjukan budaya, seperti tari-tarian tradisional, prosesi adat, pembacaan sejarah terbentuknya Kota Ternate, refleksi budaya, serta sastra lisan berbahasa Ternate. Kegiatan ini menjadi sarana penguatan kearifan lokal dan identitas budaya masyarakat Ternate.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi ke-775 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang Ternate sebagai pusat peradaban dan kebudayaan.
“Peringatan Hari Jadi Ternate ke-775 ini bukan hanya perayaan seremonial, tetapi menjadi titik refleksi atas sejarah panjang Ternate sebagai pusat peradaban, budaya, dan identitas yang membentuk kita hingga hari ini,” ujar Tauhid.
Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan hajat di lingkungan Kedaton Kesultanan Ternate memiliki makna mendalam, mengingat Kedaton merupakan pusat sejarah, adat, dan peradaban yang diwariskan oleh para leluhur.
“Tema Melestarikan Budaya Tanah Leluhur merupakan komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya, adat, dan jati diri Ternate sebagai kota yang beradab dan berperadaban,” lanjutnya.
Pada momentum Hari Jadi ke-775 ini, Pemerintah Kota Ternate juga menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, antara lain bantuan sembako bagi petugas kebersihan dan Soseba (perangkat adat) Kesultanan Ternate, bantuan satu unit excavator dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, satu unit kontainer sampah dari DLH Provinsi Maluku Utara, serta bantuan perbaikan 10 unit rumah tidak layak huni.
Selain upacara puncak, rangkaian Hajat ke-775 telah diawali dengan berbagai kegiatan adat sejak hari sebelumnya, seperti Kololi Kie Mote Ngolo (keliling Pulau Ternate melalui laut), Kololi Kie Mote Nyiha (keliling Pulau Ternate melalui darat), Fere Kie (ziarah ke Gunung Gamalama), serta Doa Kie (doa gunung).
“Rangkaian hajat ini merupakan bagian dari ikhtiar spiritual dan budaya agar negeri ini senantiasa diberi keberkahan, perlindungan, dan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutup Tauhid.
Upacara Hari Jadi Ternate ke-775 menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kota Ternate bersama Kesultanan Ternate dalam menjaga, merawat, dan melestarikan budaya tanah leluhur sebagai fondasi pembangunan daerah ke depan yang lebih baik. (*)















Users Today : 69
Users Yesterday : 569
Users Last 7 days : 4790
Users This Month : 12855