-
Dilikkasus86.com Bandung Jawa Barat – Jumat 16 Januari 2026 – Viralnya video amatir yang memperlihatkan sekelompok orang diduga tengah berpesta sabu bukan sekadar tontonan memalukan, melainkan tamparan keras bagi wajah penegakan hukum di negeri ini. Dalam rekaman yang beredar luas, perilaku para individu di dalam ruangan tertutup itu secara telanjang mempertontonkan dugaan penyalahgunaan narkotika—kejahatan serius yang seharusnya diberantas tanpa kompromi, bukan dibiarkan berulang tanpa rasa takut.
Video tersebut menjadi bukti sosial yang tak terbantahkan bahwa narkoba masih bergerak bebas, terang-terangan, dan seolah tanpa ancaman hukum.
Pertanyaan paling brutal pun mengemuka: di mana aparat penegak hukum saat pesta sabu ini berlangsung? Apakah pengawasan lumpuh, atau justru ada pembiaran yang disengaja?
Redaksi menilai, jika rekaman ini benar terjadi dan tak segera diusut tuntas, maka publik berhak mencurigai adanya kegagalan sistemik penegakan hukum.
Penyalahgunaan sabu tidak mungkin berdiri sendiri. Ada rantai pasokan, ada jaringan, dan ada wilayah yang memungkinkan kejahatan ini tumbuh subur.
Ketika video seperti ini bisa direkam dengan santai dan beredar luas, maka jelas ada ruang gelap yang dibiarkan terbuka.
Lebih menyakitkan, video ini muncul di tengah gencarnya slogan perang terhadap narkoba. Ironisnya, yang tampak di lapangan justru sebaliknya: narkoba berpesta, hukum terdiam.
Jika pengguna berani terekam tanpa rasa takut, maka yang patut dipertanyakan bukan hanya pelaku, tetapi juga keberanian aparat dalam menegakkan hukum.
Vonis redaksi tegas: kasus ini tidak boleh berhenti di klarifikasi normatif atau janji penyelidikan yang basi.
Aparat wajib membuktikan keberpihakan pada kepentingan publik dengan langkah konkret—mengidentifikasi pelaku, mengungkap lokasi, membongkar jaringan, dan menyeret semua yang terlibat ke proses hukum tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada alasan “masih diselidiki” yang berlarut-larut hingga publik lupa.
Jika video viral dugaan pesta sabu ini dibiarkan menguap tanpa kejelasan, maka dampaknya jauh lebih berbahaya daripada sabu itu sendiri: hancurnya kepercayaan publik terhadap hukum. Saat hukum tak hadir, kejahatan akan merasa dilindungi, dan generasi muda menjadi korban berikutnya.
Redaksi menegaskan, ini adalah ujian telanjang bagi aparat penegak hukum. Bertindak cepat dan tegas, atau akui pada publik bahwa negara kalah oleh sabu. Tidak ada pilihan ketiga.
dilikkasus86. com
(DE/RED)
















Users Today : 530
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 4682
Users This Month : 12747