Samosir- Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Menbud RI), Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja ke Situs Budaya Huta Simarmata yang berlokasi di Desa Wisata Hariara Pohan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara Pada Sabtu 07/02/2026.
yang di Sambut oleh Masyarakat Desa,Tokoh Adat,Pj Kepala Desa Hariara Pohan Sampe Gunawan Sihotang SE, Camat Harian P.Hartopo M.H Manik SSTP,Stap Kantor Camat Harian Juardi Sihotang,Swandi Sihotang,
Ketua BUMDES Objek Wisata Bukit Holbung Sipege Alpon Sihotang, Ketua TP.PKK Irmayana br Tamba,
Kepala Dinas Pariwisata samosir Tetty Naibaho, Babinsa Koramil 04/Harian Boho, Kapolsek Harian Boho Iptu Rahmat Kurniawan
Penari Tortor Sanggar Seni Desa Dibawah binaan Pemdes Desa Hariara Pohan dan TP. PKK Desa Hariara Pohan Kecamatan Harian Gracesianti paska diana sihotang
Vinesa evelin sihotang
Tasya romaito munthe
Nur hafizah lubis
Santi estika simarmata
Porti maulina situmorang
Meysia roulita sitanggang
Grecia wulandari sihotang
Celsy olipya sihotang
Penyambut pejabat negara yaitu Mentri Kebudayaan RI Dr.fadli Zon M.Si ,
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom ST ,Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk SE MM,Dirjen Kementerian Kebudayaan RI Dr. Restu Gunawan, M.Hum,Pabung 0210 TU
Mayor Arm Guntur Sebayang, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan
bersama Rombongan dengan Tari Tortor oleh sanggar seni desa merupakan bentuk penghormatan tinggi dalam adat Batak, Sumatera Utara.
Tortor bukan sekadar tarian, tetapi media komunikasi nonverbal untuk menyampaikan doa, harapan, dan rasa hormat.
Tujuan Penyambutan: Dalam kunjungan kerja Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI tarian ini berfungsi sebagai simbol penyambutan tamu istimewa, perayaan, dan ungkapan syukur.
Gracesianti paska diana sihotang
Vinesa evelin sihotang
Tasya romaito munthe
Nur hafizah lubis
Santi estika simarmata
Porti maulina situmorang
Meysia roulita sitanggang
Grecia wulandari sihotang
Celsy olipya sihotang
Adalah Penari Tortor Sanggar Seni Dibawah binaan Pemdes Desa Hariara Pohan dan TP. PKK Desa Hariara Pohan Mengenakan kain ulos tradisional berwarna merah, hitam, dan putih. Gerakan manortor diiringi alat musik Gondang Sabangunan.
Ketua TPK Desa Hariara Pohan Irmayana br Tamba mengatakan bahwa Kelompok tari dari sanggar seni desa Hariara Pohan atau artis cilik sering tampil saat kunjungan para Pejabat Negara bersama bupati Samosir ke Desa Hariara Pohan.
Karena Makna Tari Tortor yang dibawakan Pada Penari Sanggar Seni Desa Hariara Pohan
mencerminkan persatuan, kebersamaan, dan penghormatan kepada tamu yang dianggap sebagai orang terhormat (raja).
Penyambutan ini menonjolkan kekayaan budaya lokal dan peran sanggar seni desa dalam melestarikan warisan leluhur.
Setelah Itu,Tokoh Masyarakat Desa Hariara Pohan Memberikan Cendramata Ulos Kepada Mentri Kebudayaan RI Dr.fadli Zon M.Si ,
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom ST ,Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk SE MM,Dirjen Kementerian Kebudayaan RI Dr. Restu Gunawan, M.Hum,Pabung 0210 TU
Mayor Arm Guntur Sebayang, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan
Tokoh Adat Desa Hariara Pohan Kecamatan Harian Mengatakan Pemberian ulos Batak kepada pejabat negara merupakan tradisi penghormatan tertinggi dan simbol pengakuan adat terhadap kedudukan serta kehormatan seseorang. Ulos ini diberikan sebagai cenderamata yang melambangkan kehangatan, kasih sayang, dan doa berkat (perlindungan) agar pejabat tersebut sukses dalam menjalankan tugasnya, ucapnya.
Selanjutnya, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom ST bersama Rombongan Menteri Kebudayaan RI Melihat Makam Marga Simarmata, serta memasuki Rumah Adat Batak yang umurnya sudah ratusan tahun,
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menunjukkan perhatian serius terhadap pelestarian warisan budaya dan situs sejarah, termasuk peninggalan di Kabupaten Samosir.
Pada Kesempatan itu,Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom ST Mengatakan Sangat aktif melakukan koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan RI untuk mengusulkan program prioritas, termasuk pengelolaan situs budaya, guna memperkuat sinergi pusat dan daerah Kabupaten Samosir.Karena Pemerintah pusat (Kementerian Kebudayaan) mengapresiasi upaya pelestarian budaya Batak Toba, termasuk renovasi dan perawatan makam-makam raja dan sarkofagus (seperti Makam Raja Sidabutar dan potensialnya situs Raja Simarmata) sebagai cagar budaya.khususnya di area Danau Toba yang merupakan destinasi wisata budaya, ucapnya.
Kunjungan kerja Menbud RI Dr Fadli Zon .M.si. ini bertujuan untuk meninjau cagar budaya dan mendorong pelestarian situs bersejarah Huta Simarmata Desa Hariara Pohan Kecamatan Harian Kabupaten Samosir sebagai ruang hidup yang bernilai bagi masyarakat.
Kehadiran Menteri Kebudayaan di Samosir merupakan bentuk nyata apresiasi pemerintah terhadap warisan budaya Batak Toba.
Desa Wisata Hariara Pohan: Huta Simarmata terletak di Desa Hariara Pohan, sebuah desa yang sebelumnya juga mendapatkan perhatian nasional (masuk 75 besar ADWI 2023) karena keindahan dan kekayaan budayanya.
Kunjungan Kerja ini selaras dengan fokus Kementerian Kebudayaan di bawah kepemimpinan Fadli Zon (2024-2029) yang mengutamakan pelestarian situs budaya dan identitas budaya Indonesia.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Huta Simarmata sebagai destinasi wisata budaya unggulan di kawasan Danau Toba.
Menteri Kebudayaan RI Dr.fadli Zon M.Si Sangat mengapresiasi inisiatif dan dedikasi para pelaku seni budaya yang terus menjaga dan memajukan seni tradisi Indonesia, khususnya, Khususnya Penari Tortor Sanggar Seni Desa Hariara Pohan Kecamatan Harian.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, M.Sc., memberikan apresiasi tinggi terhadap kelestarian budaya Batak, termasuk rumah adat Batak (Rumah Bolon) yang berusia ratusan tahun yang ada di Huta Simarmata Desa Hariara Pohan.
















Users Today : 456
Users Yesterday : 562
Users Last 7 days : 3746
Users This Month : 12755