Cikarang – Bekasi Jawa Barat – Delikkasus86.com – Karang Asih, Rabu, 11 Februari 2026 — Masjid Al-Hidayah yang berlokasi di Kampung Cabang Lio, Desa Karang Asih, saat ini menghadapi ancaman serius akibat abrasi yang terus mengikis struktur tanah di sekitar bangunan masjid.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran besar dari masyarakat setempat, mengingat masjid ini merupakan pusat kegiatan ibadah, pendidikan keagamaan, serta aktivitas sosial kemasyarakatan warga.
Berdasarkan hasil peninjauan langsung di lokasi, erosi tanah yang terjadi secara bertahap telah mendekati area pondasi bangunan masjid.
Apabila tidak segera dilakukan langkah penanganan, abrasi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan jamaah serta mengancam keberlangsungan fungsi masjid sebagai sarana ibadah umat.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hidayah, Ustadz Sarbini,
menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa masjid bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga simbol persatuan dan pusat pembinaan moral serta spiritual masyarakat.
“Kami berharap adanya perhatian dan dukungan dari seluruh pihak untuk bersama-sama mencari solusi terbaik demi menyelamatkan Masjid Al-Hidayah. Ini merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Ustadz Sarbini.
Turut hadir dalam kegiatan peninjauan tersebut Ustadz Jejen dan Ustadz Asan selaku tokoh masyarakat yang menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penyelamatan masjid.
Hadir pula Kepala Desa Karang Asih, Bapak Samsu Dawam, SH, beserta jajaran perangkat desa serta para Ketua RT/RW yang siap berkoordinasi dengan instansi terkait guna mencari solusi konkret dan berkelanjutan.
Dukungan juga datang dari Ketua Umum MGN, Fadil Yakub. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan harapan agar langkah penanganan dapat segera direalisasikan.
“Kami berharap upaya penyelamatan Masjid Al-Hidayah ini dapat segera terealisasi. Masjid adalah tempat warga beribadah, tempat membangun kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan. Sudah sepatutnya kita semua memberikan perhatian serius agar masjid ini tetap berdiri kokoh dan aman digunakan oleh masyarakat,” ungkap Fadil Yakub.
Masjid Al-Hidayah selama ini menjadi pusat pelaksanaan salat berjamaah, pengajian rutin, pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, serta berbagai kegiatan sosial keagamaan lainnya. Oleh karena itu, keberadaannya memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat penting bagi warga Kampung Cabang Lio.
Masyarakat berharap adanya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta para dermawan untuk merealisasikan langkah-langkah teknis penanganan abrasi.
Semangat gotong royong dan kebersamaan diyakini menjadi kunci dalam menjaga dan melestarikan Masjid Al-Hidayah demi keberlangsungan ibadah dan kemaslahatan umat.
Dilikkasus86.com
David Tasti SE















Users Today : 67
Users Yesterday : 693
Users Last 7 days : 3391
Users This Month : 67