Pemda Kaur Akan Alokasikan Dana APBN Dan APBD Untuk 110 Program Bedah Rumah.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;
DK86- BREAKING NEWS

KAUR BENGKULU ~ Program bedah rumah untuk masyarakat Kabupaten Kaur, ke depannya telah mendapat dukungan dari pemerintah daerah (Pemda) Kaur, mendapatkan 110 bedah rumah. Adanya alokasi dana APBN dan APBD, program bedah rumah ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah bantuan bedah rumah untuk masyarakat kabupaten Kaur, Rabo,(11/02/2026).

Program bedah rumah ini, diberikan untuk mewujudkan impian masyarakat memiliki rumah layak huni sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mereka. Dengan dana APBN dan APBD tersebut mereka diharapkan berswadaya membangun rumahnya menjadi lebih layak huni.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kaur, Ismawar Hasdan, mengungkapkan bahwa tim dari Satker Perumahan Provinsi Bengkulu didampingi staf Perkim Kaur akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi faktual. Fokus di Kecamatan Nasal dan Kaur Utara

Untuk alokasi APBN sebanyak 100 unit, fokus bantuan akan disalurkan beberapa desa di Kecamatan Nasal, antara lain :

*Desa Suka Jaya 34 Unit.
*Desa Air Palawan 27 unit
*Desa Bukit Indah 24 Unit *Desa Batu Lungun 15 Unit

“Di smping itu juga, Jika dalam verifikasi besok ditemukan calon penerima yang tidak memenuhi syarat, maka alokasi akan dialihkan ke desa lainlain,” Sampai nya.

Ya menambahkan. Syarat mutlak penerima harus terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga 5, dengan prioritas utama pada desil 1.

Selain dana pusat, Pemkab Kaur juga mengalokasikan 10 unit bantuan melalui APBD senilai total Rp200 juta yang diperuntukkan bagi Desa Gunung Agung, Kecamatan Kaur Utara. Masing-masing penerima manfaat akan mendapatkan bantuan senilai Rp20 juta.

Ismawar menjelaskan bahwa sistem penyaluran dana dilakukan secara transparan melalui rekening bank penerima manfaat, yang kemudian diteruskan ke toko bangunan yang telah disepakati kelompok untuk pembelian material.

Dana Rp20 juta tersebut mencakup upah tukang. Namun, jika penerima manfaat mengerjakan secara mandiri (gotong royong), alokasi upah bisa dialihkan untuk menambah pembelian material bangunan.

Program ini merupakan langkah nyata Bupati Kaur, Gusril Pausi, dan Wakil Bupati, Abdul Hamid, dalam menata kembali kawasan pemukiman sekaligus mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kaur.

“Kami mengimbau kepada seluruh penerima manfaat agar bantuan ini digunakan sebagaimana mestinya. Utamakan sifat gotong royong agar hasil pembangunan lebih maksimal dan bermanfaat jangka panjang bagi keluarga,” Tutupnya.

(ADI)

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *