BATANG JATENG,delikkasus86.com– Ujian Praktik Kolaborasi kelas XII SMA Negeri 1 Gringsing yang tidak lama lagi memasuki ujian kelulusan, kental dengan nuansa budaya lokal Jawa Tengah. Ujian praktik yang diselenggarakan selama empat hari dari tanggal 09-12 Februari 2026 mengambil tema tata upacara pernikahan adat Jawa. Sebanyak tujuh tim kelas XII bergantian tampil dengan penuh totalitas. Adu kreativitas dengan penghayatan peran menjadikan ujian praktik kolaborasi ini terasa sakral. Lingkungan sekolah yang biasanya hanya berisi kegiatan belajar mengajar tiba-tiba berubah menjadi hingar bingar. Di halaman lapangan tengah berdiri tenda yang dihias bunga dan foto pra wedding. Irama gending Jawa mengalun merdu selama prosesi ujian praktik.
Plt Kepala SMA Negeri 1 Gringsing Sugito, S.Pd.,MSi menyampaikan jika ujian praktik kolaborasi ini adalah untuk mendidik siswa-siswi supaya punya rasa percaya diri dan sekaligus menghayati budaya lokal. “Budaya asli kita yang adi luhung jangan sampai terlupakan. Itu sebabnya kami mengemas ujian praktik ini dengan nuansa budaya”, tegas Sugito, S.Pd.,MSi ketika membuka acara ujian praktik kolaborasi ini.
Rangkaian tata upacara pengantin adat Jawa benar-benar diperankan dengan baik dan lengkap. Dimulai dari saserahan, temu besan, prosesi akad nikah, lempar sirih, menginjak telur, sampai tamu undanganpun ada yang semuanya adalah siswa-siswi dari kelas yang tampil. Pada akad nikah ada yang berperan sebagai penghulu, ulama dan saksi. Bahkan buku nikah dan mahar juga disediakan. Uniknya lagi para tamu yang semuanya mengenakan busana adat Jawa juga membawa kado dan disediakan hidangan serta souvenir layaknya resepsi pernikahan resmi.
Nisa dari kelas XII – 1 menyatakan jika ujian praktik ini membuat dirinya tahu lebih detail dan lebih mencintai budaya lokal. Demikian juga dengan Firda dari kelas XII – 3 yang mengaku jika sebelumnya tidak mengerti urut-urutan tata upacara. “Setelah praktik kami jadi tahu meskipun awalnya agak canggung”, ujar Firda.
Febriyani dari kelas XII – 3 menambahkan jika dirinya adalah seorang penari sehingga tidak grogi ketika tampil. Febriyani berperan sebagai penari cucuk lampah yang diibaratkan sebagai pembuka jalan.
Para siswa mengaku mempersiapkan diri selama sekitar tiga minggu mulai dari pembagian peran dan mencari referensi. “Untuk pranata cara dilatih oleh guru Bahasa Jawa. Rias, busana dan aksesoris ditanggung bersama satu kelas. Sekolah menyediakan tenda yang dipakai bergantian”, ujar bu Sumi wali kelas XII – 1.
Totalitas masing-masing kelas yang tampil membuat penonton kagum dan merasakan seolah sedang berada di acara pernikahan yang sesungguhnya. “Saya sendiri kaget ketika menyaksikan mereka tampil”,ujar Lis Indrayani, wali kelas XII – 3.
Pada penampilan di hari terakhir, kelas XII – 3 membuat acara menjadi lebih heboh karena sampai mendatangkan kereta kuda untuk membawa calon pengantin pria ketika menuju lokasi akad nikah.
Ujian Praktik Kolaborasi tata upacara pernikahan adat Jawa di SMA Negeri 1 Gringsing patut mendapat apresiasi karena mengajak siswa-siswi mencintai budaya asli sekaligus melestarikan.
Artikel : Tim Jurnalistik SMA Negeri 1 Gringsing















Users Today : 388
Users Yesterday : 683
Users Last 7 days : 3098
Users This Month : 1487