Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan wajahnya sebagai daerah yang penuh dengan nilai toleransi keberagaman.

DK86- BREAKING NEWS

Delikkasus86.com|`Sukabumi Menjelang akhir Februari 2026, dua momentum besar keagamaan dan budaya hadir hampir secara bersamaan : Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 dan persiapan memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, saat wawancara bersama Anggota Dewan Gerindra Teddy Setiadi, hari Selasa, tanggal (17/02/2026).

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi, memberikan pesan khusus yang menyejukkan bagi seluruh masyarakat. Ia menekankan bahwa kedekatan waktu antara perayaan Imlek dan Ramadan tahun ini harus dijadikan jembatan untuk memperkuat modal sosial, menjaga kerukunan, dan meningkatkan semangat berbagi tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.

Imlek 2026: Semangat Kebangkitan dan Keberuntungan Bersama

Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 disambut dengan antusiasme tinggi. Teddy Setiadi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Tionghoa di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, simbolisme “Tahun Kuda Api” (berdasarkan kalender lunar 2026) membawa pesan tentang kerja keras, kecepatan, dan semangat yang berkobar untuk membangun daerah.

“Selamat Tahun Baru Imlek 2577 bagi saudara-saudara kita yang merayakan. Semoga tahun ini membawa keberkahan, kesehatan, dan kemakmuran bagi kita semua. Mari kita ambil filosofi kerja keras dari perayaan ini untuk terus memajukan ekonomi lokal di Sukabumi,” ujar Teddy dalam keterangan resminya.
Ia juga menambahkan bahwa tradisi Imlek yang identik dengan kumpul keluarga dan berbagi angpao memiliki kemiripan nilai dengan budaya ketimuran lainnya, yaitu mempererat tali silaturahmi. Hal ini, menurut Teddy, adalah fondasi penting bagi stabilitas sosial di tingkat akar rumput.

Menuju Ramadan 1447 H: Membersihkan Hati, Menguatkan Empati

Hanya berselang beberapa hari setelah euforia Imlek, masyarakat Muslim di Kabupaten Sukabumi bersiap menyambut bulan suci Ramadan 1447 H yang diprediksi jatuh pada awal Maret 2026. Teddy Setiadi kembali mengingatkan bahwa transisi dari perayaan budaya menuju bulan ibadah ini adalah ujian sekaligus peluang bagi masyarakat untuk mempraktikkan toleransi yang nyata.

“Ramadan 1447 H sudah di depan mata. Ini adalah waktu bagi kita untuk melakukan refleksi mendalam (muhasabah). Jika di momen Imlek kita merayakan kebersamaan secara kultural, maka di Ramadan kita memperkuat kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta dan kepekaan sosial terhadap sesama,” tambahnya.

Beliau menyerukan agar masyarakat Sukabumi memasuki bulan puasa dengan “Hati yang Bersih”. Artinya, melepaskan segala prasangka, menghentikan pertikaian kecil di tengah masyarakat, dan fokus pada peningkatan kualitas diri.

Jiwa Sosial: Benang Merah Antara Imlek dan Ramadan

Satu poin utama yang ditekankan oleh legislator dari Fraksi Gerindra ini adalah “Semangat Berbagi”. Dalam pandangan Teddy, baik Imlek maupun Ramadan memiliki satu kesamaan fundamental: keberpihakan kepada mereka yang kurang beruntung.

• Dalam Tradisi Imlek: Ada semangat membantu mereka yang membutuhkan agar bisa ikut merasakan sukacita tahun baru.

• Dalam Ibadah Ramadan: Ada kewajiban zakat, infak, dan sedekah yang melatih otot-otot kepedulian sosial kita.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, para pengusaha, tokoh pemuda, dan tokoh agama di Kabupaten Sukabumi untuk tidak menutup mata terhadap tetangga kita yang masih kesulitan. Mari kita jadikan momentum Februari dan Maret 2026 ini sebagai bulan berbagi secara besar-besaran di Sukabumi,” seru Teddy dengan penuh semangat.

Menjaga Kondusivitas Kabupaten Sukabumi

Sebagai anggota dewan yang vokal terhadap isu-isu kemasyarakatan, Teddy Setiadi juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Dengan adanya dua perayaan besar, aktivitas publik tentu akan meningkat, mulai dari pasar tumpah, perayaan budaya, hingga aktivitas ibadah tarawih nantinya.

“Ia meminta pemerintah daerah dan aparat terkait untuk memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga pokok tetap terjaga,” tegasnya.

Pesan untuk Generasi Muda Sukabumi

Teddy juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda di Sukabumi. Di tengah gempuran arus informasi digital, ia berharap pemuda tetap memegang teguh nilai kearifan lokal.

“Generasi muda harus menjadi pelopor toleransi. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah di media sosial. Jadikan momen Imlek dan Ramadan ini sebagai konten positif yang menunjukkan bahwa Sukabumi adalah rumah yang nyaman bagi siapa saja yang ingin hidup rukun dan damai,” tuturnya.

Kesimpulan: Sukabumi Sebagai Role Model Toleransi

Seruan Teddy Setiadi bukan sekadar ucapan seremonial, melainkan sebuah ajakan strategis untuk membangun karakter masyarakat.

Kaperwil Jabar

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *