Camat Pangururan Robintang Naibaho Mendukung Program BUMDES,Pemerintah Kecamatan Pangururan Dampingi DPRD Kabupaten Dapil I Melaksanakan Kunker Ke BUMDES Ayam Petelur dan Petani Kentang

DK86- BREAKING NEWS

 

Samosir- Pemerintah Kecamatan Pangururan aktif mendorong dan mendukung (suport) pemerintah desa untuk mengaktifkan kembali serta memaksimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dorongan ini bertujuan agar desa lebih mandiri secara ekonomi, tidak melulu bergantung pada dana desa, dan mampu mengelola potensi lokal untuk kesejahteraan warga.

 

Camat Pangururan Robintang Naibaho Mengatakan bahwa Pemerintah Kecamatan Pangururan mendorong Seluruh Pemerintahan desa Se_Kecamatan Pangururan agar lebih serius mengelola BUMDes secara profesional, bukan sekadar pelengkap administratif.

Kepala desa diwajibkan berperan aktif sebagai penasihat BUMDes dalam menentukan rencana kerja (planning) ke depan,Pengelola BUMDes sering kali diberikan pelatihan oleh Pemerintah kecamatan Pangururan atau Pemerintah kabupaten Samosir untuk meningkatkan pemahaman manajemen, bidang usaha, dan solusi atas tantangan usaha,

Dengan adanya BUMDes yang aktif, diharapkan desa memiliki Pendapatan Asli Desa (PADes) yang meningkat dan mampu membuka lapangan kerja bagi warga desa, Ucap Robintang Naibaho.

 

Lebih lanjut, Robintang Naibaho Mengatakan Salah satu fokus utama Pemerintah Kecamatan Pangururan adalah pengembangan ekonomi Desa melalui penguatan BUMDES, Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) punya peran penting dalam mendukung pembangunan desa karena menjadi penggerak ekonomi lokal.

 

 

Camat pangururan Robintang Naibaho menyampaikan BUMDES tentunya diharapkan mampu mengelola sumber daya desa, seperti wisata alam, pertanian, atau kerajinan lokal, buat meningkatkan pendapatan desa, sehingga tercipta lapangan kerja buat warga desa, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan taraf hidup termasuk sebagai wadah memberdayakan masyarakat desa, baik melalui pelatihan, pendampingan, atau program sosial lainnya.

Kecamatan Pangururan yg terdiri dari 25 desa dan 3 kelurahan dimana ke 25 Desa telah memiliki BUMDES Sesuai dgn potensi desa dimana ada Desa bergerak pada bidang pertanian bawang merah 2, Kentang serta ubi 1, Ayam petelur 13,

Jahe 2, Jagung 3, Ikan lele 1, Bebek 2, Ayam pedaging 1.

 

Salah satu produksi yang telah dipasarkan yaitu telur ayam yang diperkirakan dapat menghasilkan minimal 4.000-5.000 butir per/hari. Hal Ini juga menarik perhatian para anggota DPRD yang melakukan kunjungan kerja pada hari Senin, 16 Maret 2026, bersama Tim Kecamatan Pangururan ke Desa Huta Namora.

 

Camat Pangururan Robintang Naibaho Mengatakan bahwa Pemerintah Kecamatan Pangururan mendampingi Anggota DPRD Dapil 1 Bapak Rinaldi Naibaho,Sudung Sitanggang,Mian Fidelis Malau melaksanakan kunjungan ke BUMDES Marsada Marsiurupan Unit Ayam Petelur Desa Hutanamora,

Ketua BUMDES Judiman menyampaikan bahwa jumlah ayam petelur sebanyak ±500 ekor dan setiap hari menghasilkan telur sebanyak ±470 butir. Pengurus BUMDES tidak mengalami kesulitan memasarkan hasil BUMDES bahkan untuk konsumsi masyarakat Hutanamora kadang masih kurang.Pihak BUMDES ingin menambah jumlah ayam apabila kondisi sudah memungkinkan.

 

Selanjutnya, Pemerintah Kecamatan Pangururan bersama Pemerintah Desa Tanjung Bunga (Kepala Desa sekaligus Penasehat BUMDES) Mendampingi Anggota DPRD Kabupaten Samosir dari Dapil I Rinaldi Naibaho,Sudung Sitanggang,Mian Fidelis Malau juga melaksanakan Kunjungan Lapangan terkait Penyusunan Ranperda tentang Badan Usaha Aneka Usaha, Badan Usaha Pertanian.

Kunjungan Pertama ke BUMDES HOBAS Desa Tanjung Bunga, pada Senin 16 Maret 2026

Ketua BUMDES Beckman Andreas Sitanggang menyampaikan bahwa

Luas lahan ± 2 HA ditanami Kentang bulan Desember 2025. Namun musim kemarau sepanjang bulan Januari s.d Februari mengakibatkan kentang tidak berbuah dengan maksimal.

Pada Bulan Maret 2026 , yang seharusnya kentang tersebut sudah panen, namun harga pasar sangat rendah sekitar 6.250,- sehingga Pengurus BUMDES memutuskan untuk menunda panen menunggu harga jual naik.

Penasehat dan Ketua Bumdes Menyampaikan permohonan agar:

1. Pemerintah membantu BUMDES dengan menampung hasil panen BUMDES dengan harga yang sesuai pasaran

2. Pendampingan dari Penyuluh Pertanian sejak awal sebelum tanam sehingga keberhasilan tanaman dapat meningkat

3. Bantuan Alat Pertanian dan Pembuatan Embung di sekitar lahan milik BUMDES agar kebutuhan tanaman tetap terpenuhi saat musim kemarau.

BUMDES HOBAS Desa Tanjung Bunga, sukses memanen kentang sebagai bagian dari program ketahanan pangan, menghasilkan belasan hingga puluhan ton per siklus. Panen perdana ini menghasilkan keuntungan puluhan juta rupiah, memperkuat ekonomi desa, dan mendorong kemandirian pertanian lokal.

 

 

Robintang Naibaho juga Menambahkan bahwa Usaha ayam petelur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) saat ini tengah berkembang pesat di Wilayah Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir sebagai program ketahanan pangan, namun Pengelola BUMDES ayam Petelur menghadapi tantangan dalam kepastian penampung hasil panen untuk menjaga stabilitas harga dan arus kas.

 

Salah Satunya BUMDes Marsiurupan Desa Huta Namora Kecamatan Pangururan  yang mengelola ribuan ekor ayam mampu menghasilkan puluhan rak telur per hari (target 60 rak/hari).

Tanpa adanya penampung tetap (pasar grosir, pabrik, atau distributor), risiko telur menumpuk dan harga jatuh sangat tinggi.

 

Padahal Usaha Bumdes ini bertujuan memenuhi kebutuhan pangan desa (ketahanan pangan) dan mendukung program makan bergizi gratis.

Sisa produksi yang besar memerlukan mitra penampung yang andal untuk disalurkan ke luar desa,

Namun Tantangan bagi Pengelola BUMDes membutuhkan mitra yang dapat membeli secara konsisten, bahkan dalam jumlah besar, agar perputaran uang modal (pakan dan vaksin) tidak terganggu.

 

Namun demikian Camat Pangururan Robintang Naibaho Mengatakan bahwa Pengelola BUMDes disarankan membangun kemitraan dengan pasar tradisional, toko kelontong, atau program makan sehat di sekolah-sekolah setempat ,maupun Pengelola yayasan MBG.

 

Robintang Naibaho juga sudah berkoordinasi dengan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dikenal sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), memang tengah disiapkan untuk menampung pasokan ayam petelur dan hasil telurnya guna mendukung kebutuhan program gizi nasional, Akan Tetapi Pihak Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Berharap Kepada BUMDES ayam Petelur Agar saling komunikasi dengan BUMDES ayam Petelur di kecamatan Pangururan supaya membuat Satu tempat untuk penyaluran Telur Ayam tersebut,dan Pihak Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis bisa mengambil Telur ayam di salah satu tempat dan tidak mengambil ke desa , Ucap Robintang Naibaho.

 

Sementara itu,Anggota DPRD Samosir Dapil 1 Rinaldi Naibaho,Sudung Sitanggang,Mian Fidelis Malau Melakukan Kunjungan Kerja Ke BUMDES bidang peternak ayam petelur sekaligus mengunjungi Petani Kentang di Dusun Sitao-tao Desa Tanjung Bunga Kecamatan Pangururan .

Anggota DPRD Mengapresiasi pengelolaan BUMDES ayam Petelur yang sudah berhasil memproduksi Telur ayam dan sudah siap dipasarkan, DPRD Kabupaten Samosir juga Mendorong untuk aktif mengelola potensi desa, yang dalam konteks peternakan dapat mencakup budidaya ayam petelur guna meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).

Secara umum, DPRD Samosir Dapil 1 mendukung inisiatif yang memperkuat BUMDes dalam mengelola sektor peternakan dan Pertanian yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *