KAUR BENGKULU ~Dengan penuh rasa hormat, saya mencium tangan Bapak H. Basyirin Ali beserta istri, sosok yang telah menjadi panutan dalam perjalanan hidup dan pengabdian saya. Jauh sebelum saya berada di posisi ini, beliau adalah tempat saya belajar tentang loyalitas, dedikasi, dan keikhlasan dalam melayani.

Bagi saya, menghormati beliau bukan sekadar tradisi, tetapi wujud nyata dari rasa terima kasih dan pengakuan atas nilai-nilai yang telah beliau tanamkan. Jabatan bisa berubah, namun adab, rasa hormat, dan silaturahmi harus tetap terjaga sepanjang waktu.
Semoga kebersamaan ini membawa berkah, mempererat tali silaturahmi, dan mengingatkan kita semua untuk selalu menghargai orang-orang yang telah membentuk diri kita menjadi lebih baik.
Di bulan suci Syawal 1447 H yang penuh keberkahan, saya belajar kembali tentang arti ketulusan dan penghormatan.
Dengan penuh rasa hormat, saya mencium tangan Bapak H. Basyirin Ali beserta istri, sosok yang telah menjadi panutan dalam perjalanan hidup dan pengabdian saya. Jauh sebelum saya berada di posisi ini, beliau adalah tempat saya belajar tentang loyalitas, dedikasi, dan keikhlasan dalam melayani.
Bagi saya, menghormati beliau bukan sekadar tradisi, tetapi wujud nyata dari rasa terima kasih dan pengakuan atas nilai-nilai yang telah beliau tanamkan. Jabatan bisa berubah, namun adab, rasa hormat, dan silaturahmi harus tetap terjaga sepanjang waktu.
Semoga kebersamaan ini membawa berkah, mempererat tali silaturahmi, dan mengingatkan kita semua untuk selalu menghargai orang-orang yang telah membentuk diri kita menjadi lebih baik.
Salam hormat, Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP.
(ADI)















Users Today : 540
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 4692
Users This Month : 12757