Pemuda Batak Bersatu Mendukung Program Pemerintah Samosir & Yayasan Pusuk Buhit Menanam 1.000 Pohon,Tebar 1000 Benih Ikan Di Danau Toba 

DK86- BREAKING NEWS

 

Samosir- Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Yayasan Pusuk Buhit melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan dengan menebar 1.000 bibit ikan di Danau Toba serta menanam 1.000 pohon di kawasan Waterfront City (WFC) Pangururan dan Pusuk Buhit, Jumat (10/4/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Pesanggrahan, depan Rumah Dinas Bupati Samosir ini dihadiri Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, Kapolres Samosir AKBP Rina Tarigan, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Danramil Pangururan, Praeses Distrik VII Samosir Pdt. Rintalori Sianturi,mahasiswa KKN Quality dan Organisasi Masyarakat Pemuda Batak Bersatu Kabupaten Samosir.

 

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas inisiatif Yayasan Pusuk Buhit yang dinilai sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam dan ekosistem Danau Toba.

“Penebaran bibit ikan dan penanaman pohon ini menjadi bukti komitmen kita menjaga keseimbangan ekosistem. Harapan kita, upaya ini tidak berhenti di generasi sekarang, tetapi terus berlanjut dan menjadi contoh bagi masyarakat luas,” ujar Vandiko.

Menurutnya, pelestarian lingkungan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, hingga para perantau. Jika ekosistem Danau Toba terjaga, maka sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat, khususnya nelayan, juga akan ikut meningkat.

“Danau Toba harus tetap menjadi sumber kehidupan. Jika lingkungannya terjaga, wisatawan akan datang dan masyarakat yang bergantung pada danau ini dapat meningkatkan pendapatan,” katanya.

Vandiko juga menekankan pentingnya penggunaan bibit ikan yang sesuai dengan spesies endemik Danau Toba agar tidak merusak keseimbangan ekosistem.

 

Ketua Yayasan Pusuk Buhit, Effendy Naibaho, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari soft launching gerakan penanaman 10 juta pohon. Selain itu, pihaknya juga melakukan penebaran bibit ikan dan penanaman pohon secara simbolis.

“Kegiatan ini bertujuan menjaga Danau Toba dan lingkungannya dengan semangat ‘Suan Unang Taba’, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kegiatan tersebut turut didukung oleh Yayasan Si Raja Batak dan ormas PBB.

 

Sementara itu, Praeses Distrik VII Samosir Pdt. Rintalori Sianturi mengatakan pihak gereja juga akan ambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui rencana penanaman pohon pada 18 April mendatang di kawasan Pusuk Buhit.

“Danau Toba dan Samosir adalah rumah kita bersama. Kalau alam tidak aman, kita juga tidak akan aman,” ujarnya.

 

Kapolres Samosir AKBP Rina Tarigan menilai kegiatan tersebut sebagai langkah serius dalam upaya konservasi Danau Toba, terutama di tengah menurunnya populasi ikan. “Kami berkomitmen untuk mendukung penuh upaya konservasi dan bersinergi menjaga kelestarian Danau Toba,” katanya.

 

 

 

Sementara itu, Ketua Organisasi Masyarakat Pemuda Batak Bersatu (PBB) Roland Sitanggang yang di Wakili Ibu Wilhelmina br Siahaan Mengatakan bahwa Pelaksanaan Penanaman Pohon yang di gagas Ketua Yayasan Pusuk Buhit Bapak Efendi Naibaho bersama Pemerintah Kabupaten Samosir sangat didukung oleh Ormas Pemuda Batak Bersatu, Karena Penanaman pohon di Wilayah Kabupaten Samosir apalagi di wilayah pegunungan Pusuk Buhit sangat krusial untuk mencegah erosi, tanah longsor, dan banjir dengan mengikat tanah serta menyerap air hujan, Karena Akar pohon meningkatkan daya serap tanah, menjaga cadangan air, dan menyaring polutan udara, serta mengurangi dampak pemanasan global melalui penyerapan karbon dioksida. Ini juga menciptakan habitat bagi flora/fauna.

 

Manfaat pohon di lereng gunung tidak hanya sebatas keindahan alam yang memukau. Pohon-pohon tersebut memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ekosistem.

Lereng gunung yang kaya akan vegetasi pohon berfungsi sebagai benteng alami terhadap berbagai ancaman, seperti erosi dan perubahan iklim.

 

Oleh karena itu, keberadaan pohon di daerah ini sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

Dan Memiliki beberapa manfaat utamanya:

 

Mencegah Erosi dan Longsor

Akar pohon di lereng gunung membantu memperkuat struktur tanah, sehingga mencegah terjadinya erosi dan longsor. Tanpa adanya pohon, tanah di lereng gunung akan mudah terkikis oleh air hujan.

 

 

 

Menjaga Keseimbangan Air

Pohon di lereng gunung berperan sebagai penyerap air hujan. Air yang diserap kemudian disimpan dalam tanah, sehingga membantu menjaga ketersediaan air di musim kemarau.

 

Mengurangi Risiko Banjir

Vegetasi pohon dapat memperlambat aliran air hujan yang mengalir ke bawah. Hal ini mengurangi risiko banjir di daerah dataran rendah yang berada di sekitar gunung.

 

Menyerap Karbon di Udara

Manfaat pohon yang ada di lereng gunung lainnya adalah sebagai penyerap karbon dioksida. Pohon-pohon ini membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, yang berdampak pada mitigasi perubahan iklim.

 

Habitat untuk Flora dan Fauna

Lereng gunung yang dipenuhi pohon menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Keberadaan pohon mendukung keberagaman hayati dan menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan tersebut.

 

Manfaat pohon di lereng gunung tidak dapat diabaikan, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan bencana alam. Lereng gunung tanpa pohon akan menjadi daerah rawan bencana, baik bagi manusia maupun ekosistem di sekitarnya.

 

 

 

Selain itu, pohon-pohon di lereng gunung juga mendukung siklus hidrologi, menjaga keberlanjutan air bersih, serta memberikan udara yang lebih segar bagi kawasan sekitar.

 

Melestarikan pohon-pohon ini berarti turut menjaga kelangsungan hidup generasi mendatang. Dengan menjaga vegetasi di kawasan ini, dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk kehidupan manusia dan seluruh makhluk hidup,Ucap Martini br Siahaan.

Lebih lanjut Wilhelmina br Siahaan Menambahkan Penaburan benih ikan (restocking) yang di lakukan Pemerintah Kabupaten Samosir, Yayasan Pusuk Buhit di Danau Toba juga di Respon baik oleh Pemuda Batak Bersatu sehingga PPDB Ikut Menghadiri Kegiatan Penaburan 1000 ekor benih ikan, Karena Penaburan Benih ikan Salah Satu untuk melestarikan ekosistem perairan, meningkatkan populasi ikan lokal, dan meningkatkan hasil tangkapan nelayan tradisional.

Kegiatan ini membantu menyeimbangkan ekosistem dari ikan invasif, sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya ikan sebagai warisan bagi generasi mendatang,Serta Menjaga kelestarian sumber daya ikan endemik dan memperbaiki kualitas ekosistem perairan Danau Toba. Dan Juga Menambah populasi ikan secara keseluruhan, sehingga nelayan tradisional memiliki hasil tangkapan yang lebih banyak dan pendapatan meningkat, Pungkasnya.

Bendahara PBB Kabupaten Samosir Wilhelmina Siahaan mewakili ketua PBB Kabupaten Samosir Roland Sitanggang menyampaikan

Ormas PBB Kabupaten Samosir yang bersosial juga harus ikut menjaga mendampingi pemerintahan Kabupaten Samosir

 

Bendahara PBB DPC Samosir Wilhelmina Siahaan menyampaikan sangat mendukung kegiatan ini. Dan akan mengikuti contoh kegiatan positif ini untuk menjaga kelestarian Ekosistem perairan Danau Toba.

PBB akan ikut menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan sekitar danau Toba di Samosir

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *