Mamuju Delikkasus86.com,—
Jumat.24 April 2026-Kondisi jembatan penghubung utama di Desa Kakulasan, Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju, saat ini memprihatinkan dan berada di ambang kerusakan serius. Struktur jembatan yang mengalami penurunan kualitas bahkan nyaris roboh menimbulkan kekhawatiran besar bagi masyarakat yang setiap hari melintas.
Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga, tidak hanya untuk mobilitas harian, tetapi juga sebagai jalur distribusi hasil pertanian serta akses utama anak-anak menuju sekolah.
Minimnya jalur alternatif membuat masyarakat tetap harus melintasi jembatan tersebut dengan penuh risiko.
Menghadapi kondisi darurat ini, warga Desa Kakulasan memilih tidak tinggal diam. Secara swadaya, mereka bergotong royong mengumpulkan dana dan melakukan perbaikan sementara guna mencegah kerusakan yang lebih parah.
Salah satu warga, Demianus, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mendesak agar akses tidak terputus total.
“Kalau tidak segera diperbaiki, kami khawatir jembatan ini benar-benar roboh dan akses masyarakat akan terputus sepenuhnya. Karena itu, kami bergerak cepat melalui penggalangan dana swadaya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi jembatan yang kian parah diduga akibat usia yang sudah lama serta tingginya intensitas kendaraan berat, khususnya angkutan sawit yang melintas.
Demianus yang akrab disapa Demi turut menyampaikan apresiasi kepada pihak perusahaan PT Manakarra Unggul Lestari (PT MUL) atas dukungan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT MUL atas bantuan material dan dukungan lainnya dalam proses perbaikan jembatan ini,tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun Tamatiku, Massinau, yang mengapresiasi semangat kebersamaan warga dalam bergotong royong. Ia berharap solidaritas tersebut tetap terjaga ke depan.
Massinau juga mendorong pemerintah desa maupun pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur di Desa Kakulasan, khususnya pembangunan jembatan yang layak dan aman.
Dukungan dari PT MUL sendiri merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam membantu masyarakat di wilayah operasionalnya, terutama dalam situasi yang bersifat mendesak.
Saat ini, proses perbaikan masih berlangsung dengan mengandalkan kolaborasi antara warga dan pihak perusahaan. Namun demikian, upaya yang dilakukan masih bersifat sementara dan belum menjamin keamanan dalam jangka panjang.
Masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen yang lebih kokoh, sehingga dapat menunjang aktivitas warga secara berkelanjutan.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Desa Kakulasan, bersama dukungan dari pihak swasta, menjadi gambaran nyata bahwa kolaborasi dapat menjadi solusi awal di tengah keterbatasan. Meski demikian, intervensi pemerintah tetap dibutuhkan agar keselamatan dan keberlanjutan akses masyarakat dapat terjamin secara menyeluruh.(Ancha/Yusuf DK86)
















Users Today : 90
Users Yesterday : 287
Users Last 7 days : 3309
Users This Month : 14035