Eks Napiter di Banten Ikuti Pelatihan Teknisi AC, Dukung Reintegrasi Sosial.

DK86- BREAKING NEWS

PANDEGLANG — Sebanyak 20 mantan narapidana kasus terorisme (napiter) di Banten mulai menata kembali kehidupan mereka dengan mengikuti pelatihan teknisi Air Conditioner (AC) di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.

Program ini merupakan bagian dari upaya reintegrasi sosial setelah para peserta menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta mengakui Pancasila sebagai dasar negara.

Para peserta diketahui merupakan eks anggota Jamaah Islamiyah yang kini berkomitmen meninggalkan paham lama dan memulai kehidupan baru. Pelatihan ini diinisiasi oleh Densus 88 Antiteror Polri dan didukung oleh PT Astra International sebagai bagian dari program pencegahan tindak pidana terorisme sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.

Dept Head Strategic Business Intelligent PT Astra International, Jaka Fernando, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kerja sama berkelanjutan antara Astra dan Densus 88. “Ini merupakan kali keenam pelatihan teknisi AC yang kami selenggarakan bersama Densus 88 untuk para eks napiter dan jaringan teror di Indonesia,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, pelatihan teknisi AC dipilih karena tingginya kebutuhan perawatan dan servis pendingin udara di Indonesia, baik di rumah tangga maupun gedung perkantoran.

Dalam pelatihan kali ini, sebanyak 19 peserta berasal dari kalangan eks napiter, dengan keterlibatan unsur Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di wilayah Banten. Kolaborasi lintas kelompok ini diharapkan dapat memperkuat proses saling mengenal serta mempercepat reintegrasi sosial di masyarakat.

Selain pembekalan keterampilan, peserta juga diberikan perlengkapan servis AC agar dapat langsung bekerja setelah pelatihan selesai. Program ini ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi sehingga para peserta tidak kembali terhubung dengan jaringan lama.

Pelatihan ini juga melibatkan alumni yang telah berhasil, seperti Kusnadi asal Serang dan Kartono dari Bogor, yang kini berperan sebagai asisten pelatih. Secara keseluruhan, program deradikalisasi melalui pelatihan teknisi AC ini telah memasuki angkatan ke-6.

Sementara itu, Densus 88 kini mengedepankan strategi soft approach dalam penanggulangan terorisme melalui pendekatan kemanusiaan, dialog, serta pendampingan berkelanjutan bagi individu yang sebelumnya terpapar paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Pendekatan ini dinilai efektif, tercermin dari capaian zero attack dalam tiga tahun terakhir serta menurunnya angka penangkapan kasus terorisme. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, berbagai pihak berharap upaya penanggulangan terorisme di Indonesia dapat semakin optimal, sehingga tercipta kondisi yang aman dan bebas dari ancaman terorisme.

(ADI)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *