Satu Tahun, 417 Warga Ditargetkan Jadi Sarjana Lewat Program Satu Desa Satu Sarjana

DK86- BREAKING NEWS

DELIKKASUS86.COM|`• CIGOMBONG – Program unggulan Bupati Bogor Rudy Susmanto bertajuk “Satu Desa Satu Sarjana” mulai direalisasikan di seluruh desa di Kabupaten Bogor melalui anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) desa. Program tersebut menggandeng Universitas Djuanda sebagai mitra pendidikan guna memastikan masyarakat kurang mampu dapat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Realisasi program ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah desa dengan pihak Universitas Djuanda secara serentak.

Langkah tersebut menjadi bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia hingga ke tingkat desa.

Program Satu Desa Satu Sarjana menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Bogor dalam bidang pendidikan. Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan lahirnya ratusan sarjana baru dari desa-desa di Kabupaten Bogor setiap tahunnya.

Camat RE Irwan Soemantri mengatakan, program yang digagas Bupati Bogor itu merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan pendidikan tinggi kepada masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, selama ini masih banyak anak-anak desa yang memiliki potensi akademik namun terkendala persoalan ekonomi sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Dengan adanya program ini tentunya dapat merubah dunia pendidikan di masyarakat desa dan mewujudkan warga kurang mampu agar bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi,” ujarnya kepada Pakar Rabu 13 Mei 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor atas lahirnya program yang dinilai sangat berpihak kepada masyarakat kecil tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bogor yang telah meluncurkan program Satu Desa Satu Sarjana. Program ini merupakan wujud nyata komitmen bapak bupati dalam memberikan akses pendidikan tinggi kepada putra-putri terbaik desa di Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Menurut Irwan, pendidikan menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memutus rantai kemiskinan di pedesaan. Karena itu, ia berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan terus diperluas.

“Ini bukan hanya tentang kuliah, tetapi tentang masa depan generasi muda desa. Ketika desa memiliki sumber daya manusia yang baik, maka pembangunan desa juga akan semakin maju,” katanya.

Sementara itu, Ketua APDESI Kecamatan Cigombong H. Asep Irwan Koswara mengaku seluruh kepala desa di wilayahnya menyambut baik program tersebut dan siap mendukung penuh pelaksanaannya.

Ia menyebutkan, saat ini sudah dipastikan sebanyak9 peserta dari 9 desa di Kecamatan Cigombong akan mengikuti program Satu Desa Satu Sarjana melalui kerja sama dengan Universitas Djuanda.

“Alhamdulillah dari 9 desa di Kecamatan Cigombong masing-masing sudah mengirimkan satu peserta untuk mengikuti program ini. Ini langkah awal yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat desa,” ungkapnya.
Menurut Asep Irwan Koswara, keberadaan program tersebut memberikan harapan besar bagi masyarakat yang selama ini kesulitan membiayai pendidikan anak-anak mereka hingga perguruan tinggi.

Ia berharap para peserta yang nantinya lulus kuliah dapat kembali ke desa dan ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah masing-masing.

“Kami berharap nantinya para sarjana dari desa ini bisa menjadi motor penggerak pembangunan, baik di bidang pemerintahan, ekonomi, pertanian maupun pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Program Satu Desa Satu Sarjana sendiri menjadi salah satu terobosan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat desa.

Dengan dukungan anggaran Bankeu dan kerja sama perguruan tinggi, program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda desa yang unggul, berdaya saing dan memiliki kemampuan akademik yang baik.

Selain membuka akses pendidikan, program tersebut juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang dapat membantu pembangunan desa secara langsung di masa mendatang.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan sebanyak 417 warga dari berbagai desa dapat menempuh pendidikan tinggi dalam kurun waktu satu tahun, sehingga cita-cita menciptakan sarjana di setiap desa dapat benar-benar terwujud.

RS

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *