DELIKKASUS86. COM || LUBUKLINGGAU – Kota Lubuklinggau membara. Gelombang protes masyarakat terhadap Depo Pertamina bukan lagi sekadar unjuk rasa, melainkan “perang terbuka” melawan ketidakadilan distribusi energi. Massa mengepung kantor distribusi tersebut dengan satu amarah yang seragam “Cukup sudah dibohongi!
Skandal gudang BBM oplosan yang dibongkar Polda Sumsel menjadi bukti telanjang betapa busuknya sistem pengawasan di bawah hidung Depo Pertamina Lubuklinggau. Temuan truk tangki resmi Pertamina di sarang mafia bukan sekadar kebetulan itu adalah pengkhianatan massal.
Rakyat dipaksa menebus BBM dengan harga selangit sesuai ketetapan negara, namun yang masuk ke tangki kendaraan mereka adalah “cairan sampah” hasil oplosan. Efeknya? Mesin hancur, ekonomi rakyat tercekik, sementara para mafia berdasi tidur nyenyak di atas tumpukan uang haram.
Alih-alih bersujud meminta maaf dan mengganti rugi, pihak Depo justru mempertontonkan drama “lepas tangan” yang memuakkan. Mereka berlindung di balik tameng prosedur operasi standar (SOP) yang terbukti tumpul dan tak berguna di lapangan.
“Kami beli BBM pakai keringat, tapi kalian kasih kami racun perusak mesin! Jangan bicara prosedur kalau nyatanya kalian main mata dengan mafia!” teriak salah satu orator di tengah kepulan asap amarah massa.
Penderitaan rakyat belum usai. Di saat warga umum harus mengantre hingga kering demi seliter bensin, mobil-mobil modifikasi (tangki rakitan) justru berpesta pora. Kendaraan “monster” milik spekulan ini diduga mendapat karpet merah dari petugas SPBU, sementara rakyat kecil dipaksa gigit jari menatap papan “BBM Habis”.
Massa menuntut Pertamina Pusat tidak lagi menutup mata terhadap “bau busuk” di Lubuklinggau.
1.Copot segera Kepala Depo Pertamina Lubuklinggau. Gagal mengawasi artinya gagal memimpin. Tidak ada tempat bagi pejabat yang “tidur” saat distribusi dikuasai mafia!
2.Bongkar seluruh rantai distribusi. Seret setiap oknum orang dalam yang menjadi “anjing penjaga” gudang oplosan.
3.Rakyat menuntut kompensasi nyata atas kerusakan kendaraan akibat BBM oplosan. Jangan biarkan warga menanggung beban dari kelalaian Pertamina.
4.Bersihkan SPBU dari kendaraan modifikasi dan cabut izin usaha pengelola yang lebih memprioritaskan penimbun daripada rakyat jelata.
Peringatan keras “Selama “mafia” masih berkuasa di jalur distribusi energi Lubuklinggau, massa bersumpah tidak akan mundur sejengkal pun. Jika Pertamina Pusat tetap diam, jangan salahkan jika amarah warga akan membakar habis sisa-sisa kepercayaan yang ada.
Editor: DK86/Investigasi Nasional/Amir-Akpersi.
















Users Today : 129
Users Yesterday : 395
Users Last 7 days : 3612
Users This Month : 6956