Pemkab Samosir Cq Dinas PU Samosir Telah Membuka Akses Jalan Bonan Dolok-Binangara Terhubung ke Perbatasan Kabupaten Dairi

DK86- BREAKING NEWS

 

Samosir – Akses jalan dari Desa Bonan Dolok menuju Binangara, Desa Hasinggahan, Kecamatan Sianjur Mulamula, yang menghubungkan Kabupaten Samosir dengan Kabupaten Dairi kini telah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski ruas jalan masih berupa jalan tanah dan berbatu serta belum dilakukan pengaspalan.

Hasil penelusuran wartawan Media Online Delikkasus86com bersama Media Online deliksumut.com pada Senin (1/6/2026) menunjukkan kendaraan roda empat maupun roda dua sudah dapat melintas hingga ke Binangara. Namun, pengendara sepeda motor tetap diimbau berhati-hati karena di sejumlah titik masih terdapat bebatuan pada tanjakan dan turunan, serta beberapa ruas yang belum mengalami pemadatan secara maksimal.

Kondisi tersebut terlihat mulai dari kawasan Hasinggahan, Lagundi, Bahal-Bahal, Pinal hingga Binangara. Selain itu, sejumlah mata air masih mengalir melintasi badan jalan dan terdapat beberapa aliran sungai kecil yang belum dilengkapi jembatan maupun gorong-gorong.

Di sepanjang jalur tersebut juga tampak sejumlah alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Samosir yang masih bekerja melakukan penataan dan pelebaran jalan.

 

Salah seorang warga Binangara saat di temui

Media online Delikkasus86com – Delikksumut.com Daulat Sitohang, mengatakan akses jalan tersebut sebenarnya telah lama terbuka, namun baru beberapa tahun terakhir kembali mendapat perhatian pemerintah.

 

“Kalau jalan ini sudah terbuka ada lebih 10 tahun, tapi akhir-akhir ini, bulan lalu masih berlanjut sampai sekarang diperbaiki sehingga aksesnya bisa tembus menggunakan sepeda motor,” ujarnya.

 

Bapak Daulat Sitohang berharap pemerintah terus melanjutkan pembangunan hingga jalan tersebut dapat diaspal.

 

“Harapan kami kepada pemerintah, supaya jalan ini tidak lagi disia-siakan, karena sebetulnya aksesnya sudah terbuka hanya belum aspal. Saya mohon, harapan kami semua supaya cepat terealisasi dan diaspal,” pungkasnya.

 

 

 

 

Kepala Desa Hasinggaan Kecamatan Sianjur Mula-Mula Pembukaan akses jalan lintas umum di Desa Hasinggaan, Kecamatan Sianjur Mula-Mula Hammat Sagala Saat di Temui Media Online Delikkasus86com bersama Media Delikksumut.com di Kediamanya pada Senin 1 Juni 2026 pukul 18.00 wib, Mengatakan Dengan adanya Pembukaan Askes Jalan Lintas Umum di Desa Bonan Dolok – Desa Hasinggaan hingga Ke perbatasan Kabupaten Samosir – Ke Perbatasan Kabupaten Dairi telah menjadi tonggak sejarah yang membawa kebanggaan besar bagi masyarakat setempat.

 

Pelaksanaan Pembukaan Askes Jalan Lintas ini membebaskan warga Desa Hasinggaan dari keterisoliran, sekaligus menjadi pendorong utama roda perekonomian dan pemerataan.

pembangunan di wilayah Desa Hasinggaan. Dukungan dan apresiasi mendalam terus mengalir dari pemerintah desa dan warga atas realisasi infrastruktur ini. Pencapaian ini tidak lepas dari berbagai upaya Pemerintah Kabupaten Samosir yang Berkolaborasi dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

 

 

Kehadiran jalan baru ini memberikan dampak yang sangat signifikan,Menghubungkan dusun Hasinggaan – Dusun Bahal-bahal – Dusun Final dan Ke Dusun Binangara yang sebelumnya sulit dijangkau melalui jalur darat, Program Pembukaan Jalan ini akan Mempermudah mobilitas warga, distribusi hasil bumi, serta akses ke layanan publik (pendidikan dan kesehatan).Pembangunan Infrastruktur Jalan ini Akan Menjadi awal mula masuknya jaringan listrik dan infrastruktur penunjang lainnya ke desa terpencil, ucapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Samosir, Rudimanto Limbong S.Hut.MM Saat Di Temui Media pada Rabu 03/06/2026 di ruang kerjanya menjelaskan pekerjaan yang dilakukan saat ini bukan lagi pembukaan jalan baru, melainkan penataan dan peningkatan kualitas jalan yang sebelumnya sudah pernah dibuka.

 

“Kami dari Dinas PU melanjutkan, sebenarnya kalau lebih pas penataan ya. Kalau pembukaan jalan itu dulu kan sudah dibuka, walaupun ukurannya 3 atau beberapa meter dan belum layak disebut sebagai jalan kabupaten. Jadi berangsur-angsur dari tahun 2024 dan 2025 baru sampai di pangkal Dusun Pinal, kemudian di tahun 2026 ini kita tembuskan sampai Binangara dan mulai kita kerjakan sejak Februari sampai hari ini alat kita masih di situ,” jelasnya.

 

Menurut Rudimanto Limbong S.Hut.MM ,selain membuka akses Infrastruktur Jalan dari Desa Bonan Dolok hingga Ke Desa Hasinggaan Dusun Binangara, pihaknya juga melakukan pelebaran jalan dan memperbaiki sejumlah titik yang dinilai belum layak dilalui kendaraan.

 

“Sekarang lebarnya rata-rata antara 6 sampai 7 meter, tetapi menurut kami masih perlu diperlebar lagi. Target kami sesuai arahan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom ST, kalau bisa dibuka sampai 10 sampai 12 meter karena ini akses jalan antar kabupaten. Kalau suatu saat ada dukungan anggaran dari pusat, provinsi maupun kabupaten, jalan ini bisa didesain menjadi dua jalur dan mendukung kawasan wisata. Jadi kita tidak berpikir jangka pendek, tetapi jangka panjang,” katanya.

 

Bapak Kepala Dinas PU Samosir Rudimantho Limbong S.Hut.MM menambahkan, sebelumnya kabupaten Samosir telah memperoleh dukungan program Inpres Jalan Daerah (IJD) sepanjang 1,7 kilometer yaitu, jalan simpang tulas- Bonan Dolok Karena statusnya sebagai koridor prioritas, ruas jalan yang sama akan terus diusulkan hingga penanganannya tuntas.

 

“Menurut Kementerian PU, IJD itu koridor. Artinya ruas yang sudah diusulkan tahun lalu akan terus diusulkan lagi pada tahun berikutnya sampai selesai, bukan berpindah-pindah ruas jalan,” ungkapnya.

 

Rudimanto Limbong S.Hut.MM menjelaskan total panjang ruas jalan dari Simpang Tulas hingga Binangara mencapai hampir 22 kilometer.

 

“Kalau panjang, dari Simpang Tulas sampai ke Jembatan Bonan Dolok itu 4,7 kilometer. Kemudian dari Jembatan Bonan Dolok sampai ke Binangara ukuran kami kemarin 16,93 kilometer sampai ke jembatan di Binangara dan itu batas kita,” ujarnya.

 

Meski demikian, pihaknya masih akan memastikan kembali batas administrasi antara Kabupaten Samosir dan Kabupaten Dairi.

 

“Saya sudah lihat peta jalan kita. Sudah Banyak orang mengatakan jembatan itu batas, tetapi ketika saya sandingkan dengan peta administrasi Kabupaten Samosir, sepertinya belum di situ batasnya. Kami akan mencoba berkoordinasi dengan Pemkab Dairi untuk memastikan di mana sesungguhnya batas Samosir dengan Dairi,” jelasnya.

 

Menurut Rudimanto Limbong S.Hut MM, manfaat jalan tersebut mulai dirasakan masyarakat. Aktivitas perdagangan dan kunjungan wisatawan perlahan meningkat sejak akses jalan dapat dilalui kendaraan.

 

“Masyarakat mengatakan seperti ini, mobil sudah masuk ke Bahal-Bahal. Bayangkan, mobil kami dianggap pertama masuk ke Bahal-Bahal semenjak Indonesia merdeka. Kemudian lalu lalang aktivitas pedagang juga dari Pangururan maupun Silalahi sudah banyak yang masuk, seperti jual sayur, jual ikan dan kebutuhan lainnya. Wisatawan juga sudah mulai masuk baik dari arah Bonan Dolok maupun dari Kecamatan Silahisabungan,” tuturnya.

 

Meski sudah tembus, Pemerintah Kabupaten Samosir Melalui Dinas PU Samosir mengakui masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama pada tikungan, tanjakan, turunan serta penanganan aliran air.

 

“Itu nanti akan kami evaluasi lagi karena di beberapa tikungan tertentu belum memberikan kenyamanan. Kemungkinan juga masih diperlukan memotong beberapa tanjakan, apalagi dari Pinal ke Binangara masih cukup curam,” katanya.

 

Selain itu, hasil survei Dinas PU Samosir menunjukkan sedikitnya terdapat sembilan titik yang memerlukan penanganan drainase dan saluran air.

 

“Kalau untuk mengamankan jalannya air, mau tidak mau kita harus melakukan itu. Menurut survei kami ada sembilan titik yang membutuhkan perlakuan untuk kelancaran aliran air,” ujarnya.

 

Untuk mempercepat peningkatan kualitas jalan, Pemerintah Kabupaten Samosir kembali mengusulkan pembangunan melalui program Inpres Jalan Daerah.

 

“Kalau kita saat ini mengusulkan di Inpres Jalan Daerah, masih memungkinkan kita mengusulkan sekitar 5 sampai 8 kilometer per tahun. Dengan sisa ruas yang masih harus ditangani sekitar 17 kilometer lagi, apabila konsisten dan tidak ada perubahan regulasi serta kondisi keuangan negara mendukung, saya pikir bisa tuntas sampai tahun 2029,” jelas Rudimanto.

 

Pada tahun 2026, ruas tersebut kembali diusulkan sepanjang 8,5 kilometer.

 

“Saat ini masih proses penginputan data. Bagaimana supaya berhasil, itu PR berikutnya. Namun kami optimis karena selalu kami sampaikan ke kementerian maupun provinsi bahwa jalan ini memiliki nilai strategis,” katanya.

 

Menurutnya,jalan Bonan Dolok–Binangara memiliki potensi besar mendukung sektor pariwisata dan ketahanan pangan.

 

“Sepanjang ruas jalan ini Danau Toba bisa dinikmati. Selain itu juga mendukung ketahanan pangan karena mulai dari Bonan Dolok, Hasinggahan, Lagundi, Bahal-Bahal hingga Binangara semuanya merupakan sentra pertanian. Ini sejalan dengan visi ketahanan pangan yang menjadi program nasional,” ujarnya.

 

Menanggapi banyaknya wisatawan yang mulai melintasi jalur tersebut, Rudimanto Limbong S.Hut MM menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan pemasangan rambu-rambu keselamatan meskipun jalan belum dihotmix.

 

“Tidak salah juga kalau rambu jalan dibuat meskipun jalan itu belum dihotmix karena menjadi pemandu bagi pengguna jalan. Nanti akan kami coba anggarkan pada tahun 2026 atau 2027,” katanya.

 

Sementara terkait belum adanya pembatas jalan pada ruas Simpang Tulas–Bonan Dolok yang telah selesai dihotmix dan dapat membahayakan keselamatan pengendara karena di sisi jalan terdapat jurang menghadap Danau Toba, ia menyebut hal tersebut juga menjadi perhatian pemerintah daerah

 

“Ini akan menjadi PR kita juga, apakah akan kita masukkan ke APBD atau meminta dukungan ke pusat untuk penanganan lebih lanjut. Karena setelah dibangun melalui IJD, pemeliharaan berikutnya menjadi tanggung jawab kabupaten,” Ucapnya.

 

 

Sementara itu Kepala UPTD Peralatan dan Alat Berat Dinas PU Kabupaten Samosir, Ronatal Sinaga ST mengatakan jalur dari Hasinggahan menuju Bahal-Bahal sebenarnya telah terbuka sebelum tahun 2024, namun tidak pernah digunakan sehingga kembali tertutup semak belukar dan longsoran.

 

“Sejak kurun waktu sampai tahun 2024 jalur dari Hasinggahan sampai ke Bahal-Bahal meskipun sudah terbuka tidak pernah digunakan pengguna lalu lintas sehingga ditumbuhi semak belukar dan banyak longsoran di beberapa titik serta jalur penyeberangan air yang belum terbangun,” katanya.Rabu, (3/6/2026)

 

Menurutnya, pada tahun 2024 jalur tersebut kembali dibenahi melalui program TMMD sebelum dilanjutkan Dinas PU pada tahun 2026.

 

“Kemudian tahun 2026 ini kami dari Dinas PU melanjutkan pembenahan jalan tersebut mulai dari Hasinggahan sampai menuju Pinal dan Binangara sehingga sudah terkoneksi antara Kabupaten Samosir dan Dairi serta dapat terhubung ke Kabupaten Karo dan Simalungun,” ujarnya.

 

Meski demikian, masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan.

 

“Ada beberapa tikungan yang tidak sesuai dengan alinyemen dan beberapa trase vertikal berupa tanjakan dan turunan yang belum memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. Itu kendala yang terjadi sampai hari ini,” jelasnya.

 

Untuk mendukung pekerjaan tersebut, Dinas PU mengoperasikan tiga unit excavator, satu unit bulldozer, satu unit grader, satu unit vibro roller serta sekitar enam unit dump truck

 

 

.(BP-Sam86)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *