KAUR BENGKULU – Suasana di Kecamatan Muara Saung, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, tampak tenang. Di balik hamparan sawah dan deretan bukit menghijau, berdiri sebuah bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Kaur, yang sangatlah memprihatinkan, Jum’at,(24/07/2026).

brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 46;
Plafon ruang kelasnya nyaris jatuh, dinding retak, dan ada pula yang ambruk. Dari kejauhan, bangunan itu terlihat seperti menunggu waktu untuk benar-benar roboh. Di balik kondisi yang mengkhawatirkan, tawa pelajar masih terdengar. Mereka canda tawa di ruangan dan di halaman, mengenakan seragam sekolahnya.
Kepala Sekolah, Asmawi, M.Pd.I, menyampaikan sudah beberapa tahun kondisinya seperti ini, sejak saya pertama kali bertugas di sini. Kondisinya sudah satu ruangan tidak terpakai. Dikit demi sedikit bertambah ambruk, ya tinggal tunggu roboh semua,” Ungkapnya.

brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 48;
Baginya, sangat ironis jika sebuah ruang belajar, tempat mencetak generasi penerus justru menjadi ancaman bagi keselamatan Pelajar. Meski begitu, aktivitas belajar tetap berlangsung.
Bagi Asmawi, M.Pd.I. SMA Negeri 8 Kaur ini, bukan sekadar bangunan. Ia adalah jendela masa depan, pintu keluar dari kemiskinan, sekaligus benteng terakhir masa depan pelajar Kecamatan Muara Saung. Namun, hingga kini, kondisi sekolah itu masih luput dari perhatian serius oleh pemerintah.

brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 43;
“Harapan itu menggantung di udara, sama seperti bangunan sekolah yang rapuh menahan sisa-sisa kekuatannya,” Tutup kepala Sekolah, Asmawi, M.Pd.I.
Di SMA Negeri 8 Kaur, pelajar terus menunggu, bukan hanya giliran memakai kelas, tetapi juga giliran diperhatikan oleh pemerintah Provinsi Bengkulu.
(ADI)















Users Today : 443
Users Yesterday : 615
Users Last 7 days : 4957
Users This Month : 14540