Samosir_Ketua DPRD Kabupaten Samosir Nasib Simbolon menghadiri kegiatan penanaman padi serentak dengan metode Tanam Benih Langsung di Desa Sinaga Uruk Pandiangan, Kecamatan Nainggolan, Jumat (21/08/2026
Ketua DPRD Kabupaten Samosir Nasib Simbolon sangat mengapresiasi sinergitas Pemerintah Kabupaten Samosir dengan Kementerian Pertanian dalam berbagai program, khususnya di bidang hortikultura dan Gerakan Penanaman Padi Serentak PM-AAS Pertanian Modern Advanced Agriculture System.
Nasib Simbolon Mengatakan Gerakan Penanaman Padi Serentak melalui program Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) adalah program modernisasi pertanian berbasis teknologi maju yang digagas oleh Kementerian Pertanian untuk mendongkrak produktivitas padi nasional dan mempercepat swasembada pangan. Model ini menargetkan peningkatan hasil dari cara konvensional sekitar 4 ton menjadi 8 hingga 10 ton per hektare.
Ketua DPRD Samosir turut mengawal dan mendukung Program Pemerintahan Kabupaten Samosir Untuk Menguatkan kelembagaan kelompok tani dalam menerapkan pola tanam serentak berbasis kawasan yang Sejalan dengan program strategis Kementerian Pertanian untuk modernisasi pertanian berkelanjutan
lebih Lanjut ,Nasib Simbolon menambahkan Mengenal Sistem PM-AAS Definisi adalah budidaya padi intensif berbasis teknologi tinggi yang mengadopsi mekanisasi, pengaturan pola tanam presisi, serta efisiensi biaya usaha tani,Untuk Meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi, dan mengoptimalkan penggunaan alat mesin pertanian.
Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) merupakan metode budidaya padi intensif berbasis teknologi yang mengadopsi pola pertanian Arkansas, Amerika Serikat. Sistem ini mengombinasikan metode Tabela (Tanam Benih Langsung), pola tanam rapat dengan populasi tinggi, serta mekanisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti alat sebar benih, drone pertanian, rice transplanter, hingga combine harvester. Melalui pendekatan tersebut, proses budidaya menjadi lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan produktivitas lahan.
Konsep utama PM-AAS adalah meningkatkan jumlah populasi tanaman melalui sistem tanam rapat sehingga jumlah rumpun padi per hektare menjadi lebih banyak dibandingkan pola tanam konvensional. Seluruh tahapan budidaya didukung oleh mekanisasi, mulai dari penebaran benih, pemupukan, aplikasi pestisida menggunakan drone, hingga proses panen menggunakan combine harvester. Selain itu, sistem ini menerapkan pengelolaan air dengan metode Alternate Wetting and Drying (AWD), yaitu pengairan berselang yang mampu menghemat penggunaan air irigasi tanpa mengurangi pertumbuhan tanaman.
Dengan penerapan teknologi tersebut, produktivitas tanaman padi diproyeksikan mampu mencapai 8 hingga 10,5 ton gabah per hektare, lebih tinggi dibandingkan rata-rata produktivitas nasional yang berada pada kisaran 5,2 ton per hektare. Tidak hanya meningkatkan hasil panen, PM-AAS juga memberikan efisiensi biaya produksi melalui pengurangan penggunaan tenaga kerja dan percepatan proses budidaya dengan dukungan mekanisasi.
Untuk memperoleh hasil yang optimal, terdapat beberapa rekomendasi teknis yang harus diterapkan petani, yaitu penggunaan benih minimal 70 kilogram per hektare, pupuk organik padat minimal 1 ton per hektare, pemberian dolomit pada lahan dengan pH di bawah 5,5, pemupukan menggunakan Urea 300 kilogram per hektare dan NPK 400 kilogram per hektare, aplikasi Silika 800 gram per hektare, penggunaan herbisida pra tumbuh 1 liter per hektare, herbisida purna tumbuh 2 liter per hektare, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman melalui penggunaan insektisida dan fungisida sesuai rekomendasi.
Nasib Simbolon Juga Menambahkan bahwa DPRD wajib hadir di tengah masyarakat dan mendukung penuh program tanam padi serentak guna memperkuat swasembada serta ketahanan pangan nasional. Sinergi nyata antara wakil rakyat dan petani menjadi kunci utama kesejahteraan sektor pertanian di daerah,Ucapnya
















Users Today : 681
Users Yesterday : 911
Users Last 7 days : 5773
Users This Month : 1592