MAUMERE , delikkasus86. Com., — Kondisi Kabupaten Sikka mulai berangsur kondusif setelah aktivitas gempa susulan dilaporkan semakin mereda. Sebanyak 87 kepala keluarga (KK) dengan total 252 jiwa tercatat telah meninggalkan lokasi pengungsian di Gelora Samador dan kembali ke rumah masing-masing secara mandiri.
Pemulangan warga tersebut dilakukan atas inisiatif masyarakat sendiri dengan tetap mendapat pendampingan dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Pengungsi Kabupaten Sikka.
Ketua Satgas Penanganan Pengungsi Kabupaten Sikka, Femmy Bapa, mengatakan keputusan warga untuk kembali ke rumah dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan serta informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait aktivitas gempa susulan yang mulai mereda.
” Gempa susulan sudah mulai reda berdasarkan informasi BMKG dan kondisi juga mulai kondusif. Masyarakat dapat kembali ke rumah dan melakukan aktivitas masing-masing. Ini merupakan inisiatif dari masyarakat sendiri,” ujar Femmy.

Meski situasi mulai membaik, Femmy meminta masyarakat tidak menganggap kondisi tersebut sebagai alasan untuk lengah. Kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan tetap harus menjadi perhatian bersama.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun selalu siap menghadapi setiap kemungkinan.
“ Walaupun gempa susulan kecil, masyarakat tetap harus waspada. Ketika terjadi gempa susulan, penerapan mitigasi bencana harus tetap dilakukan. Masyarakat harus segera berada di luar rumah untuk menghindari risiko,” tegasnya.
Satgas Bekali Warga dengan Sembako
Bersamaan dengan pemulangan warga, Satgas Penanganan Bencana Kabupaten Sikka juga memberikan paket bantuan berupa kebutuhan pokok kepada para pengungsi yang kembali ke rumah.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bekal bagi warga setelah kembali dari lokasi pengungsian. Selama berada di tenda, sebagian masyarakat terdampak tidak dapat menjalankan aktivitas mencari nafkah seperti biasanya.

Terhentinya aktivitas ekonomi tersebut membuat kebutuhan sehari-hari warga ikut terdampak. Karena itu, bantuan sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga untuk sementara waktu sembari masyarakat kembali membangun aktivitas dan sumber penghasilan mereka.
Satgas juga terus mendorong masyarakat agar secara bertahap kembali menjalankan kehidupan normal, namun tetap memperhatikan informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gempa dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Kembalinya 252 warga dari lokasi pengungsian menjadi salah satu tanda bahwa kondisi pascagempa di Kabupaten Sikka mulai memasuki tahap pemulihan. Namun, kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi kunci untuk menghadapi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Penulis : Yusuf Porwaila SH
















Users Today : 688
Users Yesterday : 911
Users Last 7 days : 5780
Users This Month : 1599