Dilikkasus86.com — Tangerang, 25 Agustus 2026
“Jangan sampai negara diatur oleh oknum preman. Jika ada oknum TNI, Polri, ASN yang bermain di balik sindikat — sikat sampai ke akar-akarnya! Beri sanksi berat, sampai pemecatan!” — Presiden Prabowo Subianto. Kalimat ini bukan sekadar retorika. Ini adalah mandat tegas dari Panglima Tertinggi, yang kini menunjuk lurus ke sebuah aib nasional di Kampung Narotok, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
SATU KILOMETER DARI POLSEK — TAPI SEOLAH DI UJUNG DUNIA
Bayangkan: sebuah sindikat penimbunan dan pengoplosan oli palsu yang beroperasi bertahun-tahun, memproduksi ribuan liter oli palsu setiap bulan, truk masuk keluar malam-malam, bau menyengat tercium warga setiap hari — lokasinya hanya 1 KM dari Polsek Cipondoh! Kurang dari 10 menit berkendara!
Lalu muncul pertanyaan paling sederhana namun paling tajam:
POLSEK CIPONDOH — APA BENAR TIDAK TAHU? ATAU PINDAI MATA DENGAN SENGAJA?
Jangan beri kami alasan klasik “tidak ada laporan”. Jangan beri kami alasan “tidak tahu”. Itu penghinaan terhadap kecerdasan rakyat! Warga sudah melapor berulang kali. Awak media sudah meneliti. Fakta di lapangan terang benderang seperti siang bolong. Mustahil tidak tahu! Maka satu-satunya kesimpulan logis: DIA TAHU, TAPI SENGaja DIAM.
MAFIA OLI PALSU NAROTOK — BUKAN BISNIS BIASA, INI SINDIKAT TERORGANISIR
Ini bukan sekadar warga yang iseng mengoplos oli di halaman rumah. Ini mesin kejahatan:
– Oknum MDN beroperasi bertahun-tahun tanpa tersentuh hukum
– Wartawan disuap berbondong-bondong — ratusan awak media dijadikan alat legitimasi kejahatan, di antrian untuk menerima uang tutup mulut sebentar 50ribu / KTA
– MDN berkeliling dengan sombong: “Saya punya koneksi, tidak ada yang berani menangkap saya! Polisi mana yang berani?”
– Laporan warga dikubur, bukan ditindaklanjuti
– Truk-truk gelap keluar masuk setiap malam — di bawah pengawasan aparat yang seharusnya menjaga ketertiban
Presiden Prabowo menegaskan: “Mustahil kejahatan berskala besar berjalan tanpa perlindungan dari pihak di dalam institusi.” Dan di Narotok, kejahatan ini bukan sekadar berjalan — dia berlari kencang, tertawa di depan muka hukum!
DI MANA MARWAH KEPOLISIAN? KENAPA POLSEK CIPONDOH DIAM SERIBU BAHASA?
Ini pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan keheningan:
Jika MDN hanya 1 KM dari Polsek, dan beroperasi bertahun-tahun — siapa yang memberi izin? Siapa yang menerima uang tenang? Siapa yang memberi perlindungan? Apakah di tingkat Polsek Cipondoh? Atau bahkan lebih tinggi lagi?
Presiden Prabowo telah memperingatkan dengan sangat jelas: “Seragam yang kalian pakai itu dibiayai rakyat untuk melindungi negara, BUKAN untuk melindungi penjahat!” Maka jika di Narotok, penjahat berlindung di balik seragam — siapa yang berani membela mereka?
Polsek Cipondoh tidak bisa lagi bersembunyi di balik alasan “belum ada laporan”. Laporan sudah ada. Fakta sudah ada. Bukti sudah ada. Yang tidak ada hanyalah satu hal: KEBERANIAN UNTUK BERTINDAK!
DESAKAN RAKYAT — TIDAK BISA DITAWARKAN!
Berdasarkan mandat Presiden Prabowo Subianto, kami rakyat menuntut:
1. TURUNKAN TIM INDEPENDEN MABES POLRI — BUKAN POLSEK CIPONDOH YANG MENYELIDIKI DIRINYA SENDIRI!
Jika Polsek Cipondoh menyelidiki kasus ini sendiri, hasilnya sudah kita ketahui: NOL. BERSIH. KOSONG. Turunkan tim dari luar, dari Mabes Polri langsung, transparan, diawasi publik!
2. TANGKAP MDN DAN BONGKAR JARINGAN PELINDUNGNYA — SAMPAI KE ATAS!
Jangan hanya menangkap kurir atau sopir truk. Tangkap bosnya. Tangkap pelindungnya. Tangkap siapa pun — tak peduli pangkatnya — yang terbukti menerima suap dan menutup mata! Presiden berfirman: sikat sampai ke akar-akarnya. Maka laksanakan!
3. PERIKSA SELURUH JAJARAN POLSEK CIPONDOH — INTEGRITAS DIUJI!
Siapa yang menerima laporan warga? Siapa yang mengabaikannya? Siapa yang berhubungan dengan MDN? Uji integritas setiap anggotanya. Jika bersih, buktikan. Jika kotor, keluarkan dan proses hukum!
4. KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT — BUKTIKAN MANDAT PRESIDEN BUKAN SEKADAR PIDATO!
Bapak Kapolri, rakyat menatap Narotok. Rakyat menatap Cipondoh. Jangan biarkan mandat Presiden Prabowo hanya menjadi kata-kata indah di atas kertas. Laksanakan di lapangan. Sekarang.
INDONESIA NEGARA HUKUM — BUKAN NEGARA MILIK MDN DAN PARA PELINDUNGNYA
“Tidak ada yang kebal hukum. Tidak ada orang kuat yang di atas hukum.” — Prabowo Subianto. Ini janji Presiden. Ini harapan rakyat. Maka di Narotok, di Cipondoh, di Kota Tangerang — buktikan bahwa hukum itu tajam ke atas DAN ke bawah. Buktikan bahwa seragam Polri bukan tameng penjahat. Buktikan bahwa satu kilometer dari Polsek bukan zona bebas hukum!
MDN bukan raja. Pelindungnya bukan dewa. Mereka adalah penjahat — dan penjahat harus diproses.
Polsek Cipondoh: Pilih sekarang — melayani rakyat, atau melindungi penjahat? Rakyat sedang menghitung detiknya.
Tim Investigasi Penyelidikan Lapangan Kampung Narotok, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang | 25 Agustus 2026
Sumber Referensi: Pidato Kenegaraan Presiden RI 14 Agustus 2026; Wawancara warga Kampung Narotok; Dokumen laporan masyarakat; Verifikasi lokasi awak media
Red David E,S.E.
















Users Today : 699
Users Yesterday : 911
Users Last 7 days : 5791
Users This Month : 1610