DIKIKKASUS86.COM —TANGERANG — 26 Agustus 2026 — PKL MENGUASAI KOTA, SATPOL PP JADI PEMAIN TEATER, LAPORAN PUNGLI DIKUBUR HIDUP-HIDUP — SIAPA YANG MEMILIKI KEKUASAAN SEBENARNYA DI TANGERANG?
Ada sebuah kawasan di jantung Kota Tangerang yang secara resmi milik rakyat, dibangun dengan uang pajak rakyat, dirawat dengan anggaran rakyat — namun faktanya, dikuasai sepenuhnya oleh seorang preman berinisial KSM.
Di sini, aturan Pemkot Tangerang bukan hukum. Peraturan Daerah bukan hukum. Bahkan Undang-Undang Republik Indonesia pun seakan tidak berlaku. Yang berlaku hanyalah perintah satu orang: KSM.
Dia yang menentukan siapa boleh jualan, berapa harus dibayar, kapan Satpol PP datang, kapan pedagang harus sembunyi, dan kapan semuanya kembali seperti biasa. Dia yang menertibkan aparat — bukan sebaliknya.
Ini bukan fiksi. Ini realitas harian warga GOR Gondrong.
PKL MENGURITA DARI UJUNG KE UJUNG — TROTOAR RAKYAT JADI LAPAK PREMAN
Penelusuran mendalam tim media di lapangan mengungkapkan pemandangan yang memalukan sebuah kota besar:
– GOR Gondrong: Halaman olahraga penuh sesak lapak. Tidak ada ruang untuk bola, tidak ada ruang untuk warga — hanya ruang untuk peras iuran.
– Jalan Sipon: Trotoar 3 meter hilang 100%. Pejalan kaki dipaksa berjalan di aspal di antara kendaraan melaju — nyawa rakyat dikorbankan demi keuntungan KSM.
– Poris Plawad Utara: Penjajahan meluas hingga pagar rumah warga. Lurah Tony mengakui terbuka: “Trotoar penuh, sampai ke jalan masuk rumah warga pun tidak terhindar. Ini sudah di luar kendali kelurahan.”
– Terminal Poris: Kekacauan total. Pedagang berdiri di bahu jalan, memacetkan keluar-masuk penumpang — tidak ada yang berani menegur.
Di mana Satpol PP? Di mana Camat Cipondoh? Di mana Pemkot Tangerang? Mereka ada — tapi hanya saat berfoto. Saat setelah foto diambil, mereka lenyap. Seakan tidak pernah ada.
TEATER PENGABDIAN PUBLIK — SAAT SATPOL PP BERMAIN PERAN
Ini adalah skenario yang diulang setiap hari tanpa henti di GOR Gondrong — sebuah sandiwara murah yang mempermalukan institusi negara:
PAGI HARI: KSM berkeliling berbisik pelan kepada pedagang: “Besok pagi ada tamu. Sembunyi sebentar. Tenang, aku yang tahu duluan.”
JAM 9 PAGI: Satpol PP tiba dengan seragam rapi. Pedagang berkemas cepat. Lapak kosong. Foto diambil. Senyum di wajah aparat. Dokumentasi lengkap untuk laporan ke atasan.
JAM 9.30: Satpol PP pergi. Mobil mereka menghilang. Dalam hitungan menit — lapak kembali berdiri. Lebih ramai. Lebih berisik. Lebih tidak tertib.
SIANG HARI: KSM kembali berkeliling menagih uang dengan senyum lebar. “Lihat? Aku bilang kan? Mereka cuma datang foto. Gue yang punya wilayah ini, bukan mereka.”
Inilah kinerja yang dibayar dari uang pajak rakyat. Inilah yang disebut pelayanan publik. Datang, foto, pulang. Selesai.
Laporan-laporan yang naik ke meja Walikota Tangerang adalah dokumen kebohongan. Foto-foto itu adalah bukti kepura-puraan. Dan rakyat yang melihatnya setiap hari merasa dipermalukan, ditipu, dan diinjak-injak.
KSM — RAJA KECIL YANG MENANTANG NEGARA TERBUKA
KSM tidak bersembunyi. Dia berjalan di siang bolong, di bawah matahari Republik Indonesia, dan berkata kepada puluhan pedagang yang gemetar ketakutan:
“Gue tidak akan pernah ditangkap. Polisi mana yang berani nangkap gue? Coba lihat — kalian lapor, terus apa? Gue tetap di sini, gue tetap kumpulin uang, gue tetap tidur nyenyak malam ini. Lapor saja sampai ke langit — hasilnya tetap sama. Semua sudah diatur. Semua sudah dibayar. Negara ini punya gue di sini.”
Ini bukan gertakan. Ini fakta yang terbukti. Karena:
Laporan resmi sudah masuk ke Polsek Cipondoh sejak Juli 2026 — LPB/372/VII/2026
Pemeriksaan pertama sudah dilakukan — lalu BERHENTI
Tidak ada panggilan kedua terhadap KSM
Tidak ada pengembangan kasus
KSM MASIH BEBAS — menagih uang hari ini, kemarin, dan setiap hari sejak laporan masuk
Hukum tumpul ke bawah, tajam ke atas. Itulah realitas di Cipondoh.
SIAPA YANG MEMBISUKI KAN HUKUM? — DUGAAN JARINGAN DI BALIK KSM
Ini pertanyaan yang paling menakutkan, tapi harus diucapkan lantang: Mengapa KSM tak tersentuh? Siapa yang berdiri di belakangnya?
Berdasarkan keterangan puluhan narasumber yang kami verifikasi, ada tiga bukti mengarah pada satu kesimpulan yang mengerikan:
INFORMASI SELALU BOCOR
KE OKNUM KORDINATOR PEDAGANG KAKI LIMA
“Kalau ada penertiban, KSM tahu sehari sebelumnya. Selalu. Tidak pernah meleset. Kalau tidak ada kabar, berarti aman. Ini bukan kebetulan. Ini ada orang di dalam yang memberi tahu.” — Kesaksian pedagang
KASAT SATPOL PP DAN KASI TRANTIB MENGHINDAR AWAK MEDIA
Telepon tidak diangkat. WhatsApp tidak dibalas. Bahkan — nomor awak media diblokir. Pejabat publik yang takut pada pertanyaan rakyat. Apa yang disembunyikan? Jika bersih, mengapa lari? Jika benar, mengapa diam?
BUKTI KETIGA,KANIT PENYIDIK POLSEK CIPONDOH BUNGKAM SERIBU BAHASA
Saat dikonfirmasi, Iptu Amin Isropi, S.H. hanya berkata: “Tanya pelapor saja.” Tapi pelapor berkata: “Saya tidak pernah dihubungi lagi. Laporan saya seakan dikubur. Saya takut keluar rumah karena KSM tahu saya yang melapor.”
Kesimpulan sementara tim investigasi awak media Ada dugaan kuat adanya aliran dana puluhan
juta rupiah per bulan dari KSM ke oknum aparat — sehingga penertiban jadi sandiwara, dan hukum jadi bisu.
PRESIDEN PRABOWO BICARA TEGAS — TAPI DI TANGERANG SUARA ITU TIDAK SAMPAI
Presiden Prabowo Subianto berpidato lantang:
“Jangan sampai negara diatur oleh oknum preman. Jika ada aparat yang melindungi kejahatan — pecat, proses hukum, tidak ada ampun!”
Kapolri Jenderal Listiyo Sigit menegaskan:
“Hukum tidak boleh pandang bulu. Tidak ada orang di atas hukum!”
Tapi di GOR Gondrong, KSM mendengarkan itu sambil tertawa. Karena di sini, dia memang di atas hukum. Di sini, pidato presiden hanyalah suara angin. Di sini, yang berlaku adalah aturan uang dan kekuasaan preman.
TUNTUTAN RAKYAT — BUKAN PERMINTAAN, TAPI HAK
Warga GOR Gondrong tidak meminta kemewahan. Mereka hanya meminta hal yang paling dasar dari sebuah negara:
TANGKAP KSM — HARI INI, BUKAN BESOK
Dia bukan raja. Dia warga negara yang melanggar hukum. Tangkap dia, periksa dia, ungkap siapa pelindungnya. Tunjukkan bahwa hukum masih hidup di Tangerang.
TERTIBKAN PKL — TANPA BOCORAN, TANPA FOTO SAJA
Datanglah tiba-tiba. Lakukan penertiban berkelanjutan. Kembalikan GOR Gondrong kepada rakyat, bukan kepada preman. Jangan lagi malu-maluin negara dengan sandiwara foto palsu.
AUDIT SATPOL PP CIPONDOH DAN POLSEK CIPONDOH
Mengapa penertiban gagal terus? Mengapa laporan pungli mandul? Siapa yang dibayar? Siapa yang membisukan hukum? Buka transparansi penuh. Pecat yang bersalah. Proses yang melanggar.
JANGAN BIARKAN RAKYAT MERASA DITINGGALKAN
“Kami bukan musuh pemerintah. Kami adalah alasan pemerintah ada. Jika kalian tidak bisa melindungi kami dari satu preman — untuk apa kalian ada?” — Warga Gondrong
NEGARA HARUS MEMILIH — SISI MANA YANG HARUS DI PILIH?
Hari ini, di GOR Gondrong, sedang terjadi ujian kesetiaan negara. Apakah negara berdiri di sisi rakyat kecil yang diperas dan ditindas? Atau negara diam di sisi preman yang berkuasa dan membayar.
Berapa lama lagi hukum akan dikunci di meja penyidik? Berapa lama lagi rakyat harus membayar upeti untuk bisa berdagang? Berapa lama lagi satu orang preman akan lebih berkuasa daripada seluruh aparat negara di Kecamatan Cipondoh?
Jawabannya tidak ada di langit. Jawabannya ada di tangan mereka yang bersumpah menegakkan hukum.
Dan sejarah akan mencatat: Di hari ini, di GOR Gondrong — hukum sedang menunggu. Rakyat sedang menunggu. Dan KSM sedang tertawa.
Dilikkasus86.com
DAVID E,SE
















Users Today : 642
Users Yesterday : 911
Users Last 7 days : 5734
Users This Month : 1553