Diduga Dikerjakan Asal-Asalan hingga Terjadi Rusak, Proyek U-Ditch Pokir DPRD Purwakarta Rp2,9 Miliar Dikeluhkan Warga

DK86- BREAKING NEWS

Purwakarta, Delikkasus86.com

Proyek pemasangan saluran air/drainase (U-Ditch) yang berlokasi di desa Cibogohilir hingga Gandasoli, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, disinyalir dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan.

Berdasarkan papan informasi kegiatan di lokasi, proyek ini berada di bawah naungan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Purwakarta, bersumber dari anggaran APBD Tahun Anggaran 2026 yang bernilai fantastis, yakni sebesar Rp2.975.169.434,00 (Dua Miliar Sembilan Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Seratus Enam Puluh Sembilan Ribu Empat Ratus Tiga Puluh Empat Rupiah).

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. JIWA BESAR JUARA, dengan jangka waktu pelaksanaan 45 hari kalender. Proyek ini juga disinyalir merupakan program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) milik anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, “ujar sumber warga setempat.

Berdasarkan temuan dan pantauan di beberapa titik lokasi pekerjaan, kualitas pemasangan U-Ditch dan infrastruktur pendukungnya sangat memprihatinkan. Sejumlah material drainase yang baru terpasang sudah mengalami kerusakan fisik hingga hancur di beberapa bagian.

Warga setempat menduga hal tersebut terjadi lantaran proses pengerjaan di lapangan terkesan terburu-buru, minim pengawasan, dan disinyalir kuat tidak mengindahkan standar operasional prosedur (SOP) maupun spesifikasi teknis pengerjaan konstruksi.

“Pekerjaannya terlihat asal-asalan. Baru saja dipasang tapi di beberapa titik sudah ada yang hancur dan pecah. Kalau caranya begini, ini sama saja dengan membuang-buang uang rakyat yang dikumpulkan susah payah dari pajak,” tegas salah seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan.

Selanjutnya, proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah ini seharusnya memberikan dampak jangka panjang bagi kenyamanan dan ketahanan lingkungan bagi warga, bukan justru menjadi sumber masalah baru akibat kualitas material atau pemasangan yang rapuh.

Sumber Masyarakat mendesak agar DPRD dan Dinas Terkait Buka Suara agar membongkar Ulang dengan Melihat kondisi fisik bangunan yang dinilai gagal mutu dan kualitas buruk tersebut.

Warga dan tokoh masyarakat Kecamatan Plered mendesak jajaran Inspektorat, DPRD Kabupaten Purwakarta serta Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) untuk segera turun tangan dan tidak tutup mata. Sayang uang rakyat habis tapi tidak menghasilkan pembangunan nyata.

Selanjutnya, Warga masyarakat mempertanyakan fungsi pengawasan legislatif, mengingat proyek ini disebut-sebenarnya berakar dari aspirasi Pokir DPRD. Publik menanti langkah konkret dan tindakan tegas apa yang bakal diambil oleh lembaga dewan maupun instansi terkait terhadap penyedia jasa, CV. JIWA BESAR JUARA. Yaitu Black List CV. Jiwa Besar Juara untuk selanjutnya.

Para tokoh masyarakat menegaskan, tuntutan utama warga saat ini adalah agar pekerjaan di titik-titik yang rusak atau tidak sesuai spesifikasi teknis di-bongkar total dan dipasang ulang sesuai standar kelayakan konstruksi.

Warga tidak menginginkan adanya pembiaran atau sekadar perbaikan “tambal sulam” yang berpotensi cepat rusak kembali di kemudian hari.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana (CV. Jiwa Besar Juara) maupun instansi Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Purwakarta belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga dan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis pada proyek Rehabilitasi Jalan Lingkungan Paket 10 tersebut.

Habel Hendrik

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *