Delikkasus86 com Bogor – Program Makan Bergizi Gratis yang seharusnya jadi solusi stunting justru dipertanyakan wali murid di Desa Tegalwangi, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.
Menu yang disalurkan Yayasan Bhakti Rasa Nusantara pada tgl 25, 08, 2026 dinilai jauh dari standar dan tidak layak disebut “bergizi”.
Dokumentasi menunjukkan 1 porsi menu berisi: nasi putih, tumis cabai, 1 butir bakso/ayam kecap, 3 buah kelengkeng, dan 1 susu UHT.
“Ini bukan makan bergizi. Ini makan seadanya. Lauk cuma 1 butir, sayurnya cuma cabai. Mana cukup buat anak sekolah yang butuh protein untuk belajar dan tumbuh? Kami kecewa berat,” tegas perwakilan Wali Murid Tegalwangi, Selasa [26/8/2026].
Wali murid menilai yayasan pelaksana tidak serius menjalankan amanah negara. Standar BGN jelas: 1 porsi wajib ada karbohidrat, protein hewani/nabati 20-25gr, sayur, buah, dan susu. Fakta di lapangan: protein dan sayur tidak ada.
“Kami dukung MBG. Tapi jangan jadikan anak-anak kami kelinci percobaan dengan menu asal-asalan. Ini soal masa depan anak-anak Tegalwangi,” lanjutnya.
Wali murid menuntut 3 hal
1.Audit mendadak, oleh BGN Kab. Bogor dan Dinas Kesehatan ke dapur Yayasan Bhakti Rasa Nusantara
2.Evaluasi dan ganti menu, sesuai standar gizi seimbang, bukan sekadar gugur kewajiban
3.Transparansi anggaran, dan komposisi menu harian kepada publik dan wali murid
Jika dalam 7 hari kerja tidak ada perbaikan, wali murid mengancam akan melakukan aksi damai dan melaporkan langsung ke BGN Pusat serta Ombudsman RI.
“Kami minta Bupati Bogor dan BGN segera turun. Jangan tunggu ada anak yang sakit atau stunting baru bergerak,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Yayasan Bhakti Rasa Nusantara belum memberikan klarifikasi.Ungkapnya
















Users Today : 694
Users Yesterday : 911
Users Last 7 days : 5786
Users This Month : 1605