Setelah 14 Hari Dibelenggu Ketakutan, Warga Karmel Kembali Tersenyum di Lapangan Voli

DK86- BREAKING NEWS

MAUMERE ,delikkasus86.com.,— Empat belas hari lamanya rasa takut seakan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Sikka.

Sejak gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Sikka pada Sabtu, 15 Agustus 2026, banyak warga hidup dalam kecemasan. Bayangan gempa susulan membuat masyarakat takut berada di dalam rumah, takut tidur nyenyak, bahkan cemas setiap kali merasakan getaran.Namun perlahan, ketakutan itu mulai dilawan.

Di lingkungan Karmel, Kelurahan Madawat, Minggu (30/8/2026), suara yang terdengar bukan lagi hanya cerita tentang gempa. Lapangan voli dipenuhi teriakan dukungan, tawa dan semangat masyarakat yang kembali berkumpul.

Melalui pertandingan bola voli persahabatan, masyarakat dan pemuda mencoba mengambil kembali ruang-ruang kehidupan yang selama hampir dua pekan dikuasai rasa takut.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemulihan pascabencana, khususnya untuk membantu masyarakat bangkit dari trauma dan belajar berdamai dengan bencana.

Pertandingan melibatkan dua tim putri dan dua tim putra.

Untuk kategori putri, tim Desa Liakutu, Kecamatan Mego, berhadapan dengan tim putri Belakang Karmel, Kelurahan Madawat. Sementara dua tim putra berasal dari kalangan pemuda di sekitar Belakang Karmel.

Pembina Pemuda Belakang Karmel, Sandy Malinta, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dilakukan untuk mengembalikan kegembiraan masyarakat yang selama 14 hari terakhir dibelenggu rasa takut akibat gempa.

” Selama 14 hari kemarin masyarakat dibelenggu rasa takut dan trauma saat gempa 7,7 magnitudo mengguncang Kabupaten Sikka. Karena itu, kami membuat kegiatan ini untuk memberikan rasa kegembiraan kepada masyarakat,” ujar Sandy kepada media ini, Minggu (30/8/2026).

Menurut Sandy, pertandingan olahraga bukan sekadar soal siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali bertemu, bercanda, tertawa dan membangun semangat bersama.

” Saat ini kami tidak lagi hanya memikirkan gempa susulan. Kami lebih banyak melakukan kegiatan yang membuat masyarakat tidak lagi merasa takut. Masyarakat bersama pemuda harus bangkit dan kembali melakukan aktivitas seperti biasa,” katanya.

Di tengah masa pemulihan pascabencana, kata Sandy, masyarakat membutuhkan kegiatan-kegiatan positif yang dapat membantu mengalihkan rasa takut sekaligus membangun kembali kepercayaan diri.

Pemuda, menurutnya, harus hadir menjadi penggerak kebangkitan di tengah masyarakat.

Mereka tidak hanya dibutuhkan ketika mengangkat bantuan atau membantu warga saat keadaan darurat, tetapi juga harus mampu menghidupkan kembali semangat masyarakat setelah bencana.

Di lapangan voli Karmel, pemulihan itu dilakukan dengan cara sederhana.

Melalui bola yang dipukul melintasi net, melalui sorakan penonton, melalui tawa warga dan melalui kebersamaan yang kembali terjalin.

Gempa memang telah meninggalkan ketakutan. Namun di lapangan itu, masyarakat perlahan menunjukkan bahwa rasa takut tidak akan selamanya menguasai kehidupan mereka.

Sandy berharap seluruh masyarakat Kabupaten Sikka dapat bangkit dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.Meskipun masa tanggap darurat diperpanjang hingga 12 September 2026 mendatang, ia mengingatkan bahwa kehidupan masyarakat harus terus berjalan dengan tetap mengedepankan kewaspadaan.

” Kita harus tetap waspada, tetapi jangan terus hidup dalam ketakutan. Masyarakat harus bangkit dan kembali melakukan aktivitas seperti biasa,” pungkasnya.

Dari lapangan voli Karmel, pemulihan itu dimulai. Dari sebuah pertandingan persahabatan, lahir kembali keberanian untuk tersenyum. Dan dari kebersamaan masyarakat, Sikka perlahan belajar berdamai dengan luka yang ditinggalkan gempa.

Versi ini cocok untuk berita human interest karena lebih menonjolkan suasana, emosi warga, trauma pascagempa, serta peran pemuda dalam membangkitkan kembali semangat masyarakat.

Penulis : Yusuf Porwaila SH

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *