DILIKKASUS86.COM — JAKARTA BARAT – Upaya mencegah tawuran pelajar dan penyalahgunaan narkoba tidak cukup dilakukan setelah persoalan terjadi. Kepolisian Sektor Kalideres, Polres Metro Jakarta Barat, memilih turun langsung ke lingkungan pendidikan dengan membangun kedekatan bersama para pelajar melalui program Orang Tua Asuh.
Langkah tersebut dilakukan personel Polsek Kalideres saat hadir di SMAN 94 Jakarta, Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (2/9/2026).
Kehadiran aparat kepolisian di sekolah menjadi bagian dari strategi preventif untuk membangun komunikasi dengan pelajar sekaligus memberikan pemahaman mengenai bahaya tawuran, narkoba dan berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat berujung pada persoalan hukum.
Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolsek Kalideres AKP Aep Haryaman, S.H., M.H., selaku Padal, bersama sejumlah personel yang ditugaskan sebagai orang tua asuh di lingkungan sekolah.
Polisi tidak hanya datang untuk menyampaikan imbauan. Melalui program tersebut, personel kepolisian berupaya menempatkan diri sebagai figur yang dapat didekati pelajar ketika menghadapi persoalan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.
Pola pendekatan ini menjadi penting karena berbagai persoalan yang melibatkan remaja kerap bermula dari pengaruh lingkungan, tekanan kelompok, ajakan teman sebaya hingga kurangnya ruang komunikasi antara anak dengan orang dewasa.
Karena itu, sebelum kegiatan berlangsung, personel Polsek Kalideres terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Sinergi tersebut diperlukan agar pembinaan terhadap pelajar tidak berjalan sendiri, melainkan melibatkan sekolah, orang tua dan kepolisian.
Di hadapan para pelajar, polisi menyampaikan pesan tegas agar mereka tidak terlibat dalam aksi tawuran, penyalahgunaan narkoba maupun aktivitas lain yang dapat merusak masa depan.
Pelajar juga diminta tidak mudah terpancing provokasi atau ajakan kelompok yang berpotensi membawa mereka ke dalam tindakan kekerasan.
Masa depan jangan dipertaruhkan hanya karena ajakan sesaat.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam pembinaan. Polisi mengingatkan bahwa tindakan yang dianggap sebagai kenakalan remaja dapat berkembang menjadi persoalan serius apabila sudah memasuki ranah pelanggaran hukum.
Para siswa juga diberikan pemahaman agar menggunakan media sosial secara bijak, tidak menyebarkan provokasi, tidak mengikuti ajakan yang berpotensi menimbulkan konflik serta segera meminta bantuan apabila menghadapi persoalan yang tidak mampu mereka selesaikan sendiri.
AKP Aep Haryaman menegaskan bahwa masa sekolah merupakan periode penting dalam pembentukan karakter dan menentukan arah masa depan generasi muda.
Menurutnya, polisi tidak ingin hanya hadir ketika terjadi tawuran atau persoalan hukum. Pencegahan harus dimulai sebelum persoalan tersebut terjadi.
«“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai polisi, tetapi juga sebagai orang tua dan sahabat bagi para pelajar. Kami mengajak mereka untuk menjaga diri, menjauhi tawuran, narkoba dan berbagai kegiatan yang dapat merusak masa depan,” ujar Aep.»
Ia juga meminta para pelajar tidak menyimpan sendiri persoalan yang mereka hadapi. Menurutnya, komunikasi terbuka dengan guru, orang tua maupun kepolisian dapat menjadi jalan keluar sebelum persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
«“Kalau ada persoalan, jangan dipendam sendiri. Sampaikan kepada guru, orang tua atau pihak kepolisian. Kami siap mendengarkan dan membantu mencari solusi,” tuturnya. Program Orang Tua Asuh menjadi pendekatan kepolisian untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan dunia pendidikan.
Dengan komunikasi yang terjalin secara berkelanjutan, polisi dapat lebih memahami dinamika yang dihadapi pelajar. Di sisi lain, para siswa juga memiliki ruang untuk mendapatkan arahan dan pendampingan dari figur yang memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan keamanan.
Bukan sekadar datang, memberikan imbauan, lalu pergi. Program tersebut diarahkan untuk membangun hubungan yang berkelanjutan antara personel kepolisian dan lingkungan sekolah.
Langkah pencegahan menjadi semakin penting karena tawuran, narkoba dan pengaruh pergaulan negatif dapat mengancam bukan hanya keamanan lingkungan, tetapi juga masa depan pendidikan para pelajar. Kepolisian mengajak seluruh siswa mengisi masa muda dengan kegiatan positif, meningkatkan prestasi, menjaga pergaulan dan menggunakan waktu untuk kegiatan yang memberikan manfaat.
Sekolah pun diharapkan terus menjadi ruang yang aman bagi siswa untuk belajar, berkembang dan membangun karakter.
Sementara orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pengawasan sekaligus membuka ruang komunikasi dengan anak.
Kolaborasi tiga unsur—sekolah, keluarga dan kepolisian—menjadi fondasi penting dalam mencegah persoalan remaja sejak dini.
Melalui program Orang Tua Asuh tersebut, Polres Metro Jakarta Barat melalui Polsek Kalideres menunjukkan bahwa menjaga keamanan generasi muda bukan semata-mata tugas penegakan hukum.
Polisi memilih hadir sebelum masalah terjadi. Polisi memilih mendengar sebelum mengambil tindakan. Dan polisi memilih membangun kedekatan agar pelajar tidak kehilangan arah.
Pesan akhirnya jelas: prestasi untuk masa depan, bukan tawuran; pendidikan untuk kehidupan, bukan narkoba.
Polsek Kalideres berkomitmen menjaga komunikasi dengan lingkungan pendidikan serta terus mendorong terciptanya sekolah yang aman, nyaman dan kondusif bagi seluruh pelajar.
(Humas Polres Metro Jakarta Barat)
Red David E,S.E.
















Users Today : 539
Users Yesterday : 911
Users Last 7 days : 6576
Users This Month : 1450