Maumere, delikkasus86.com., — Krisis air bersih yang selama bertahun-tahun membayangi aktivitas belajar mengajar di SDN Watuwekak, Desa Seusina, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, akhirnya terjawab.
Melalui dukungan kemanusiaan dari Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir, sekolah tersebut kini resmi memiliki fasilitas air bersih yang layak dan memadai. Bantuan senilai Rp 351.655.000 itu diserahkan secara simbolis pada Senin (4/5/2026), sekaligus menandai berakhirnya persoalan mendasar yang selama ini dihadapi siswa dan guru.

Fasilitas yang dibangun tidak sekadar sederhana. Satu unit sumur bor, tandon air berkapasitas 5.000 liter, delapan titik kran air yang menjangkau ruang kelas hingga toilet, serta satu titik khusus untuk masyarakat sekitar kini berdiri dan siap dimanfaatkan. Tak hanya itu, wastafel juga disediakan untuk menunjang kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah.
Bagi warga sekolah, kehadiran air bersih ini bukan hanya soal fasilitas, melainkan perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari.
Perwakilan yayasan, Yos Enos Kusumo, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian kemanusiaan yang melampaui sekat apa pun.
“ Kami hadir untuk memastikan bantuan ini benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya. Apa yang kami lakukan berangkat dari satu prinsip sederhana, yaitu mengasihi sesama,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa perbedaan latar belakang bukanlah penghalang untuk berbagi.
“Agama, asal-usul, atau perbedaan lainnya tidak pernah menjadi batas. Harapan kami, fasilitas ini dijaga dan digunakan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi nyata yang diberikan.
“ ini bukan sekadar bantuan, tetapi anugerah bagi masyarakat kami. Air adalah sumber kehidupan, dan apa yang diberikan hari ini akan sangat berarti bagi masa depan anak-anak kita,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Lebih jauh, pemerintah daerah berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut, mengingat masih banyak wilayah di Kabupaten Sikka yang menghadapi keterbatasan akses air bersih.
“ Masih ada banyak saudara kita yang membutuhkan. Kami berharap dukungan seperti ini bisa terus hadir dan menjangkau lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, sukarelawan yayasan, Mrs. Ladawn Turley Stead, mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat Sikka. Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang berharga.
“ Kami sangat tersentuh dengan penerimaan masyarakat di sini. Budaya, tarian, dan kebersamaan yang kami rasakan sangat luar biasa. Kami percaya air adalah kehidupan, dan kami bersyukur bisa menjadi bagian dari perubahan ini,” ungkapnya.
Kini, di tengah suara tawa anak-anak dan aktivitas belajar yang kembali berjalan lebih baik, air bersih tak lagi menjadi barang langka di SDN Watuwekak melainkan awal dari harapan baru.
Penulis : Yusuf Porwaila SH
















Users Today : 260
Users Yesterday : 320
Users Last 7 days : 3658
Users This Month : 1814