Jakarta Barat, delikkasus86.com — Seorang bocah Sekolah Dasar berinisial MR (11), siswa kelas 5 SD, meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Kali Pesing, Jakarta Barat, Jumat (8/5/2026) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, peristiwa nahas itu terjadi saat korban bersama sejumlah temannya hendak berangkat menunaikan salat Jumat di masjid sekitar lokasi kejadian.
Di kawasan tersebut sebenarnya tersedia jembatan resmi yang aman digunakan masyarakat untuk menyeberangi kali. Namun, di atas aliran air juga terdapat struktur besi penyangga kabel yang bukan diperuntukkan sebagai jalur penyeberangan dan dinilai berbahaya apabila dilalui.
Menurut keterangan saksi mata, MR diduga memilih melintas melalui struktur besi tersebut sebagai jalan pintas, sementara teman-temannya menggunakan jalur resmi.
“Yang saya tahu tadi anak itu mau berangkat salat Jumat sama teman-temannya. Tapi dia sendiri yang mau lewat besi kecil itu. Pas jalan sambil lari, dia kepleset lalu jatuh ke kali,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian.
Melihat korban tercebur ke dalam air, salah satu temannya berusaha memberikan pertolongan. Namun upaya tersebut tidak berhasil lantaran arus cukup deras dan tubuh korban sulit diangkat. Akibatnya, teman korban ikut terjatuh ke aliran kali.
Kedua anak itu sempat berteriak meminta tolong sambil berusaha bertahan di permukaan air. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian segera turun tangan melakukan penyelamatan.
“Dua-duanya sempat kecemplung, tapi yang satu berhasil selamat,” tambah warga tersebut.
Setelah berhasil dievakuasi, MR langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia diduga akibat tenggelam dan kekurangan oksigen. Sementara teman korban yang selamat hanya mengalami syok dan kelelahan.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun warga sekitar. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak menggunakan jalur berbahaya atau mengambil jalan pintas yang dapat mengancam keselamatan.
Warga berharap adanya pengawasan lebih ketat serta langkah pengamanan tambahan di sekitar struktur besi tersebut agar tidak kembali digunakan sebagai akses penyeberangan oleh masyarakat, terutama anak-anak.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Laporan: Ferryanto Caya
















Users Today : 95
Users Yesterday : 767
Users Last 7 days : 3775
Users This Month : 4206