LAHAT || Delikkasus86.com – Sebuah langkah konkret dalam menata carut-marut tata kelola logistik energi di Bumi Seganti Setungguan resmi diambil. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, bersama Bupati Lahat Bursah Zarnubi dan Wakil Bupati Widya Ningsih, SH., MH., melakukan peresmian vital terhadap jalan hauling (jalur khusus) batubara milik PT Levi Bersaudara Abadi di Kecamatan Merapi Timur.
Langkah ini bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan jawaban atas jeritan masyarakat yang selama bertahun-tahun “terkepung” debu hitam dan ancaman keselamatan di jalan lintas umum.
Peresmian yang berpusat di Jl. Hauling 01 PT. LVE / KM 107 Stockpile PT. SLR Merapi ini menegaskan komitmen Pemprov Sumsel dalam memisahkan jalur logistik industri dari urusan publik. Sebagaimana diketahui, operasional truk batubara di jalan umum selama ini telah menjadi titik nadir kenyamanan warga akibat polusi udara yang akut dan risiko kecelakaan yang menghantui setiap saat.
“Kehadiran jalan khusus ini adalah sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak lagi memberikan ruang bagi pengabaian hak-hak publik. Kita membuka ruang tata kelola baru; ekonomi batubara harus jalan, tapi keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” tegas sebuah pesan tersirat dari kebijakan Gubernur Sumsel.
Investigasi jurnalis Delikkasus86.com pembangunan mencatat bahwa proyek ini telah berjalan secara maraton sejak Agustus 2025. Tidak berhenti di situ, pada Januari 2026, Gubernur Herman Deru juga telah melakukan groundbreaking Fly Over KM 111 PT Servo Lintas Raya (SLR).
Integrasi infrastruktur antara jalur hauling PT Levi Bersaudara Abadi dengan fly over tersebut diproyeksikan akan:
Menghilangkan Total Bottleneck: Memastikan tidak ada lagi persimpangan sebidang antara truk batubara dan kendaraan masyarakat.
Akselerasi Ekonomi: Mempercepat distribusi energi nasional tanpa mengorbankan mobilitas lokal.
Standarisasi Lingkungan: Menekan angka ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) akibat debu batubara di sepanjang jalur Merapi.
Kehadiran jajaran Pemkab Lahat, mulai dari Bupati Bursah Zarnubi hingga Wakil Bupati Widya Ningsih, menunjukkan adanya kesamaan visi antara eksekutif tingkat provinsi dan daerah. Sinergi ini memaksa pihak korporasi, dalam hal ini PT Levi Bersaudara Abadi, untuk lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan limbah angkutan dan pemeliharaan jalur khusus tersebut.
Dengan diresmikannya jalur hauling ini, ruang tata kelola angkutan batubara di Lahat kini memasuki babak baru. Tantangan selanjutnya adalah konsistensi pengawasan di lapangan agar tidak ada lagi oknum armada yang “kucing-kucingan” melintas di jalan negara.
Rilis/DK86/Investasi Nasional RI: Amir Makmun, ST., C.I.L.J.















Users Today : 413
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 5320
Users This Month : 12630